Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 08/09/2008
ULASAN PASAR
Pasar bearish akibat inflasi
Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan lalu bergerak bearish yang dipengaruhi oleh data inflasi Agustus, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan koreksi teknis saham Astra Internasional dan Bumi Resources.
IHSG dalam perdagangan lima hari lalu ditutup pada level 2.022,56 melemah 143,38 poin (-6,61%), yang merupakan posisi terendah sejak Agustus 2007. Investor asing membukukan total penjualan bersih Rp1,2 triliun seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar 2,3% pada Jumat.
Sejak senin, IHSG tertekan ke level 2.164,62 turun tipis 1,32 poin (-0,06%) didorong oleh kenaikan laju inflasi bulanan untuk Agustus sebesar 0,51% (m-t-m) dan 11,85% (y-o-y).
Pelaku pasar mengkhawatirkan meningkatnya laju inflasi selama September karena meningkatnya pengeluaran masyarakat dalam bulan puasa dan menghadapi perayaan Idulfitri.
Kekhawatiran tersebut sekaligus menjadi faktor penekan saham-saham perbankan dada awal pekan, saham Bank Mandiri (BMRI) melemah Rp25 (-0,88%), saham Bank Niaga (BNGA) turun Rp10 (-1,12%) dan saham Bank Danamon (BDMN) turun Rp100 (-1,85%).
Tekanan berlanjut
Tekanan terhadap IHSG berlanjut pada perdagangan Selasa oleh koreksi harga komoditas minyak dan nikel. Koreksi harga minyak yang berlanjut menuju level US$108,25 per barel, bahkan sempat menyentuh level US$105 per barel, makin melemahkan harga saham-saham batu bara.
Saham BUMI turun Rp250 (-4,72%), PTBA turun Rp300 (-2,05%), dan emiten minyak Medco Energi turun Rp150 (-3,06%). Saham INCO turun Rp100 (-2,72%) dan ANTM melemah Rp60 (-3,23%).
Koreksi ANTM juga didorong oleh kinerja ANTM semester I/2008 yang mencatat penurunan laba bersih menjadi Rp1,46 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp2,87 triliun karena menurunnya penjualan sebesar 7,37% akibat melemahnya harga komoditas nikel yang mencapai US$19.255 per ton atau melemah 8,13% pada 2 September.
Menjelang akhir pekan, tekanan terhadap IHSG berlanjut oleh koreksi teknikal saham ASII yang telah overbought pada perdagangan Rabu dengan indeks RSI mencapai level 59 tertinggi dalam sebulan terakhir dan faktor indeks regional yang melemah.
Akibatnya, pelaku bursa pun segera melakukan aksi ambil untung atas saham ASII. Saham Astra International telah mencatat gain sebesar 7,3% dalam lima hari perdagangan yang dipengaruhi oleh sentimen positif kinerja perseroan dalam semester I/2008 yang mencatat kenaikan laba bersih sebesar 8% menjadi Rp4,7 triliun pada semester I/2008.
Laba bersih per saham dasar (earning per share) ASII naik 81% menjadi Rp1.174. Selain itu, kinerja Bank Permata (BNLI) yang membukukan laba bersih Rp273 miliar atau naik 41,2% ikut menaikkan harga saham Astra International karena 44,505% sahamnya dimiliki oleh perseroan.
Oleh Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO