Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Senin, 06/10/2008

ULASAN PASAR
Investor keluar sejenak

JAKARTA: Sehari menjelang libur Lebaran, bursa saham kembali tertekan oleh aksi jual investor atas saham-saham di sektor pertambangan dan sektor aneka industri khususnya otomotif.

Pergerakan harga minyak dunia dan perkembangan kebijakan pemerintah AS menjalankan rencana bailout dana sebesar US$700 miliar untuk menyelamatkan likuiditas keuangannya menjadi perhatian investor dari sisi eksternal pasar.

Namun, investor lebih memilih untuk keluar sejenak dari bursa selama libur Lebaran, untuk mengantisipasi risiko yang dapat terjadi selama liburan. IHSG pada Senin pekan lalu ditutup di level 1.832,5 melemah 13,58 poin (-0,74%).

Sektor pertambangan menjadi penekan IHSG dengan koreksi terbesar yaitu 2,87% ditutup di level 1.833,24.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun Rp200 (-5,9%) ke level Rp3.200 dan saham PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp600 (-6,03%) ke level Rp9.350.

Investor mencermati harga minyak dunia yang kembali melemah ke level US$103 per barel atau turun 2,8% dalam satu hari perdagangan.

Selain itu, harga komoditas batu bara di Newcastle Port Australia juga tertekan ke level US$128,98 per ton pada Jumat sebelumnya atau turun 6,06% dalam sepekan terakhir.

Sektor aneka industri tertekan 1,34% ditutup pada level 326,15 oleh koreksi saham otomotif Astra Internasional sebesar 2,3% atau Rp400 ke level Rp17.100.

Investor mengantisipasi melemahnya pendapatan usaha PT Astra Internasional Internasional Tbk (ASII) seusai musim mudik Lebaran. Selain itu, sentimen negatif juga berasal dari turunnya harga CPO sebesar 5,3% ke level US$636 yang menekan harga saham anak perusahaan Astra Internasional, yaitu PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sebesar Rp300 (-2,3%) ke level Rp12.950.

Selain sektor pertambangan dan aneka industri, IHSG juga tertekan oleh sektor barang konsumsi yang turun 1,51% ke level 381,36, sektor keuangan yang turun 0,33% ke level 203,37, sektor infrastruktur yang turun 0,32% ke level 570,91, dan sektor transportasi yang turun 0,43% ke level 261,33.

Oleh Harry Setiadi Utomo
Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

bisnis.com

Berita Lain

  • Qtel tender offer Indosat pekan ketiga Januari
  • Keputusan Venezuela hangatkan minyak
  • REKOMENDASI
  • Akuisisi Bumi tergolong material
    Pemilik Fajar Sakti dan Pendopo adalah Grup Bakrie