Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
Saham Grup Bakrie dikenai penolakan otomatis
JAKARTA: Harga saham enam perusahaan yang tergabung ke dalam Grup Bakrie dikenai penolakan otomatis (auto rejection) oleh sistem perdagangan di Bursa Efek Indonesia setelah anjlok melampaui 30%.
Keenam perusahaan itu adalah PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Bakrie & Brothers Tbk, dan PT Bakrieland Development Tbk.
Direktur Perdagangan Saham dan Litbang Usaha BEI M. S. Sembiring mengatakan auto rejection juga terjadi pada delapan saham lainnya, sehingga total ada sebanyak 14 saham yang terkena penghentian perdagangan otomatis tersebut.
Saham yang juga terkena penolakan otomatis itu di antaranya PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk, PT Triwira Insanlestari Tbk, dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam Tbk.
"Empat hari bursa kita libur di saat bursa global tertekan, sehingga ketika bursa kita dibuka sejumlah saham mengalami penyesuaian," tuturnya, kemarin.
Dia mengatakan bursa tidak akan meminta penjelasan khusus dari emiten mengenai anjloknya harga saham.
Harga saham Bumi Resources ditutup anjlok 32,03% atau Rp1.025 ke level Rp2.175 pada perdagangan kemarin. Meskipun hanya anjlok 26,00% atau Rp65 ke level Rp185, saham Bakrie Telecom juga terkena auto rejection.
Saham induk Grup Bakrie yakni Bakrie & Brothers bahkan anjlok 40,82% atau Rp100 ke level Rp145, menjadikannya bernilai pasar Rp13,59 triliun.
Senior Vice President Investor Relations Bumi Dileep Srivastava menilai penurunan harga saham tidak mencerminkan fundamental. Dia bahkan menilai penurunan harga saham Grup Bakrie itu karena pengaruh pasar global.
Dalam perkembangan yang terpisah, Bumi Resources mendapatkan pinjaman baru senilai US$50 juta atau setara dengan Rp468,90 miliar dari Credit Suisse Singapura.
Direktur Bumi Eddie Junianto Soebari mengatakan perseroan telah menandatangani perjanjian kredit berjangka waktu 36 bulan. (pudji.lestri@bisnis.co.id)
Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO