Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Harga saham BII melonjak 40,32%

JAKARTA: Berbeda dengan kecenderungan yang terjadi di bursa, harga saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk  melonjak 40,32%.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham BII menjadi Rp435 atau naik Rp125 dibandingkan dengan harga penutupan perdagangan saham ketika mulai dibekukan perdagangannya pada 26 September 2008, yaitu Rp310.

Kenaikan ini dipicu oleh penyelesaian transaksi akuisisi saham Sorak Financial Holdings Pte Ltd di BII oleh Malayan Banking Berhad (Maybank).

Seiring dengan tuntasnya transaksi, Direktur BII Fransiska Oei mengatakan seluruh Employee Stock Ownership Program (ESOP) yang diterbitkan perseroan dapat di-exercise menjadi saham.

Dia menuturkan langkah itu menyusul perubahan pemegang saham pengendali BII.

"Seluruh ESOP menjadi vesting dan dapat di-exercise menjadi saham terhitung sejak penyelesaian transaksi pengambilalihan saham Sorak, yaitu 30 September 2008," ujar- nya, kemarin.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rachmany memperkirakan nilai tender offer dari akuisisi BII oleh Maybank mencapai Rp9 triliun.

Dana tersebut, siap mengguyur pasar modal dalam beberapa pekan ini.

Dia mengungkapkan saat ini kondisi pasar modal mestinya kembali menunjukkan sentimen pasar agak positif dengan rencana tender offer Maybank.

"Tender offer itu akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini sehingga kegiatan tersebut sedikit-banyak akan menambah likuiditas di pasar modal yang diharapkan membawa sentimen positif terhadap pasar," jelasnya di Jakarta, kemarin.

Dia memaparkan sejumlah hedge fund akan menerima pembayaran dari Maybank yang dilaksanakan secepatnya dengan menggunakan rupiah. Hal itu, kata dia, artinya dana tersebut dipastikan akan dibelanjakan di dalam negeri.

Menurutnya, situasi ekonomi global yang tidak stabil tidak terlalu memengaruhi fundamental ekonomi dalam negeri.

"Kami melihat pasar modal akan kembali membaik karena krisis di AS itu tidak terlalu mengkhawatirkan terhadap pasar dalam negeri. Selain itu, likuiditas di pasar modal akan membaik dengan masuknya likuiditas baru dari Maybank dan sebentar lagi dari Qtel," ujarnya.

Adapun, analis saham BNI Securities Asti Pohan dalam risetnya yang diterbitkan kemarin menyebutkan bahwa stimulus diskon bagi pembelian BII menjadi pemanis yang akhirnya meluluhkan Maybank.

"Perhitungan kami dengan US$1,24 miliar dan dengan komitmen US$1,2 miliar dana yang ditujukan bagi tender offer, harga saham publik BNII yang dibeli Maybank adalah Rp460," paparnya.

Dia menambahkan, harga tersebut memberikan valuasi rasio nilai buku per saham (price to book value) dalam prognosa tahun ini menjadi 3,43 kali. Dia menilai harga wajar saham BII adalah Rp365.

Konsensus harga rata-rata analis berada pada Rp353, sehingga harga tersebut masih memberikan potensi kenaikan sekitar 15%.

Maybank menyatakan persetujuannya untuk melanjutkan transaksi pembelian BII.

Pihak penjual mendorong Maybank meneruskan aksi peralihan kepemilikan dengan memberikan diskon dari US$1,5 miliar menjadi US$1,24 miliar. (17/21)

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal