Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Mandiri Sekuritas tempati posisi teratas
Pasar penjaminan emisi anjlok

JAKARTA: Nilai pasar penjaminan emisi (underwriting) obligasi korporasi hingga kuartal III/2008 mencapai Rp12,10 triliun atau anjlok 58,25% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp28,98 triliun, menyusul kenaikan inflasi dan ekspektasi tingkat imbal hasil surat utang.

Khusus pada kuartal ketiga, hanya ada satu penerbitan obligasi yakni sukuk Bank Muamalat Indonesia pada 10 Juli. Emisi sukuk ini mencapai 15% dari total volume obligasi syariah domestik senilai Rp1,84 triliun dari tujuh penerbitan.

Sejumlah rencana penerbitan obligasi korporasi mengalami penundaan pada kuartal ketiga menyusul memburuknya kondisi pasar yang ditandai dengan kenaikan tingkat inflasi.

Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, ada sebanyak 45 penerbitan obligasi yang dijamin oleh 16 penjamin emisi (underwriter). Jumlah ini jauh menyusut dibandingkan dengan periode Januari-September tahun lalu sebanyak 78 emisi dengan 28 underwriter.

PT Mandiri Sekuritas kembali mengulang kesuksesan yang dicapainya pada pertengahan tahun ini. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk ini berada di posisi puncak pasar penjaminan emisi obligasi setelah mengantongi sebanyak 23 kesepakatan penerbitan surat utang senilai Rp2,68 triliun. Dengan kesepakatan itu, Mandiri Sekuritas merebut 22,2% pangsa pasar dibandingkan dengan tahun sebelumnya berada di peringkat kedua dengan pangsa pasar 10,7%.

PT Danareksa Sekuritas menyusul di belakangnya setelah memperoleh 16 kesepakatan penjaminan emisi obligasi korporasi senilai Rp1,79 triliun. Sekuritas BUMN ini mengantongi pangsa pasar sebesar 14,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 18,4% di urutan pertama.

Di posisi berikutnya ada PT Indo Premier Securities yang merebut 10,1% pangsa pasar setelah membantu 10 emisi obligasi bernilai Rp1,22 triliun. Tahun lalu, sekuritas ini juga berada di peringkat ketiga dengan 18 kesepakatan penjaminan emisi surat utang bernilai Rp2,52 triliun.

Emisi obligasi


Director Investment Banking Indo Premier Hartono mengatakan emisi obligasi paling banyak terjadi pada semester pertama. Sejumlah korporasi yang menunjuk Indo Premier untuk menerbitkan surat utangnya saat ini masih memproses segala persiapannya. "Belum ada yang ditutup [batal] atau dijadwal ulang. Jadi kalau ada window terbuka [peluang] bisa langsung keluar," tuturnya, kemarin.

Menurutnya, saat ini sejumlah emiten cenderung menunjuk dua atau tiga sekuritas untuk menjamin emisi. Langkah ini dinilainya positif untuk mengurangi eksposur sekaligus risiko pasar.

PT CIMB-GK Securities Indonesia yang pada tahun lalu berada di peringkat 14, tahun ini melompat ke posisi empat. Menurut Senior VP Head of Debt Capital Markets CIMB-GK Securities A. Siwiwardhani, ini jauh lebih bagus dari target di awal tahun untuk masuk ke peringkat lima besar.

"Kami fokus sejak awal tahun, salah satunya dengan pembentukan tim khusus untuk investment banking," jelasnya.

Untuk mengatasi kondisi pasar keuangan yang memburuk, CIMB-GK Securities menyarankan klien calon emiten obligasinya untuk beralih melakukan private placement seperti menerbitkan medium term note atau surat utang jangka menengah yang dipasarkan terbatas maksimal kepada 10 pembeli.

Namun, hingga kini belum ada calon emiten dalam pipeline CIMB-GK Securities yang merealisasikan itu. "Sedang dipertimbangkan secara serius karena kondisi pasar. Kami berharap hal itu dapat dilakukan pada tahun ini. Tetapi untuk emisi obligasi yang untuk umum, saya rasa tidak memungkinkan untuk dilakukan pada tahun ini."  (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Qtel tender offer Indosat pekan ketiga Januari
  • Keputusan Venezuela hangatkan minyak
  • REKOMENDASI
  • Akuisisi Bumi tergolong material
    Pemilik Fajar Sakti dan Pendopo adalah Grup Bakrie