Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Global Mediacom jual 10,93% saham Mobile-8

JAKARTA: PT Global Mediacom Tbk menjual 10,93% saham dari total saham beredar PT Mobile-8 Telecom Tbk. Nilai transaksi pembelian oleh Jerash Investment Ltd itu mencapai Rp316,17 miliar.

Direktur Utama Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo mengatakan tujuan dari transaksi itu adalah mempertajam fokus strategi perseroan di bisnis media.

Jumlah saham yang dijual Global Mediacom mencapai 2,21 miliar saham dengan harga penjualan per saham Rp143.

Transaksi pembelian oleh perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab dilakukan dua kali yaitu pada 19 September dengan besar transaksi pembelian 1,01 miliar saham (5%) dan pada 22 September 2008 sebesar 1,2 miliar saham (5,93%).

Rencana penjualan saham Mobile-8 sudah tercium sejak beberapa waktu lalu. Sumber Bisnis menuturkan Hary Tanoe dan rombongannya banyak menerima pertanyaan dari manajer investasi mengenai rencana perusahaan dalam sebuah road show.

 "Jadi, intinya adalah meski Bakrie Telecom merupakan investor yang dinilai paling strategis, tetapi tampaknya masih ada kemungkinan bagi investor strategis lainnya. Siapa tahu bisa mendapat nilai yang lebih tinggi dari Bakrie Telecom," ujar sumber itu. (Bisnis, 27 Agustus)

Langkah itu terkait dengan pernyataan manajemen Global Mediacom tentang pembicaraan mengenai rencana jual beli saham antara pemegang saham Mobile-8 Telecom dan pemilik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), operator Esia.

"Kalau memang dari pembicaraan itu menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan, kenapa tidak. Apakah yang dipilih adalah merger atau penjualan kami tidak mengetahui keputusannya karena Pak Hary [CEO Global Mediacom Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo] yang mengetahui hal itu," ujar Sekretaris Perusahaan Global Mediacom M. Budi Rustanto.

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode BMTR ini ditutup pada level Rp415 atau turun 7,78% dibandingkan penutupan perdagangan 29 September, yaitu Rp450.

Apabila mengacu pada harga saham, kapitalisasi pasar Global Mediacom mencapai Rp5,7 triliun.

Adapun, harga saham Mobile-8 anjlok 28,38% ke posisi Rp53 dari penutupan perdagangan pada 29 September, yaitu Rp74. Kapitalisasi pasar Mobile-8 mencapai Rp1,07 triliun.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal