Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 07/10/2008

Nusantara Infrastructure kantongi US$21 juta

JAKARTA: PT Nusantara Infrastructure Tbk mengantongi dana US$21 juta atau setara dengan Rp199,5 miliar melalui penerbitan obligasi wajib tukar dengan PT Rekadaya Adicipta guna pengembangan bisnis jalan tol perseroan.

Menurut Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan, total kebutuhan dana untuk bisnis di sektor jalan tol adalah US$70 juta, tetapi saat ini perseroan baru memperoleh pendanaan US$21 juta.

"Sisanya, akan kami cari melalui mekanisme lain. Kami menunggu situasi pasar dulu," ujarnya, kepada Bisnis, kemarin.

Dia menuturkan manajemen Nusantara Infrastructure telah menandatangani akta perjanjian penerbitan obligasi wajib tukar dengan Rekadaya Adicipta pada 25 September 2008.

Adapun, proyek jalan tol seksi IV di Makassar itu selesai pada 26 September 2008. Jalan tol sepanjang 11,57 km itu merupakan jalan tol kedua di Sulawesi setelah jalan tol seksi I dan seksi II beroperasi sejak 1999.

Total investasi yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tol itu adalah Rp600 miliar dan Rp350 miliar didanai oleh Bank Mega. Jalan tol merupakan portofolio ketiga perseroan. Hingga saat ini, total panjang jalan tol yang dimiliki perseroan menjadi 24,77 km.

Kontribusi

Dia menjelaskan dengan beroperasinya jalan tol itu diharapkan akan memberikan kontribusi ke pendapatan Rp79,6 miliar pada 2009.

Adapun, secara konsolidasi pendapatan tol perseroan ditargetkan meningkat 80% pada 2008 menjadi Rp213,5 miliar pada tahun depan.

Danni mengatakan perseroan akan mengembangkan kerja sama lebih lanjut dengan Rekadaya yang merupakan perusahaan investasi dalam pengembangan bisnis infrastruktur lainnya.

Meski demikian, Danni enggan menjelaskan detail pengembangan dan mekanisme pendanaan ekspansi itu.

"Dalam waktu sangat dekat akan saya sampaikan, karena kami masih dalam tahap finalisasi," ujarnya.

Sebelumnya, perseroan menyatakan tengah memfinalisasi pendanaan senilai lebih dari Rp4 triliun secara bertahap, menyusul rencana akuisisi pabrik semen dan dua perusahaan lainnya dalam rangka rencana perseroan menjadi perusahaan infrastruktur.

"Kira-kira pada Oktober 2008, kami akan memfinalisasi skema pendanaan lebih dari Rp4 triliun itu dari mana saja," ujar Danni.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal