Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

Bumi akan buyback lagi 10% saham

JAKARTA: Di tengah kemerosotan harga saham hampir 64% dari level tertinggi tahun ini, PT Bumi Resources Tbk berencana membeli kembali (buyback) 10% sahamnya di pasar, sehingga menambah rencana buyback sebelumnya 3%.

Direktur Utama Bumi Ari Saptari Hudaya mengatakan perseroan berencana menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa bulan depan untuk mendapat persetujuan pemegang saham dan regulator untuk menambah buyback  10%.

Menurut dia, aksi buyback dilakukan untuk menunjukkan komitmen manajemen Bumi dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham di tengah kondisi pasar yang buruk.

"Ini merupakan respons strategis dari manajemen dalam menyikapi kondisi pasar yang irasional yang muncul dari ketakutan krisis keuangan global akan berimbas pada setiap sektor perekonomian. Dengan buyback, kami ingin menunjukkan keya-kinan terhadap fundamental kinerja perusahaan yang tetap kuat," tuturnya dalam surat elektronik yang dikirimkan menjelang tengah malam pada Senin.

Terkait dengan pelaksanaan rencana itu, manajemen Bumi telah mengirimkan surat permohonan buyback kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), kemarin.

Ari menambahkan fundamental bisnis Bumi saat ini sangat kuat. Laba bersih perseroan pada paruh pertama tahun ini hampir menyamai perolehan sepanjang tahun lalu. Manajemen bahkan mengharapkan kinerja bisnis yang sangat kuat pada tahun ini.

Harga saham berkode BUMI pada Senin ditutup anjlok 32,03% atau Rp1.025 ke level Rp2.175, menjadikan kapitalisasi pasarnya Rp42,20 triliun. Harga saham ini tergerus 36,52% dalam setahun terakhir, tetapi penurunan harga saham paling banyak terjadi pada tahun ini yang mencapai 63,75% dari level rekor Rp8.550.

Saat tepat


Senior Vice President Investor Relations Bumi Dileep Srivastava memprediksi Bumi membeli sekitar separuh dari target buyback saham sebelumnya sebesar 3% atau 582,12 juta saham. Rencana itu disetujui oleh RUPS pada Juni 2008.

"Dengan harga saham yang rendah tentunya menjadi saat yang tepat untuk melakukan buyback," tuturnya.

PT Danatama Makmur bertindak sebagai broker pelaksana buyback bagi Bumi. Adapun program pembelian kembali telah disepakati pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) 12 Juni. Perseroan mempunyai waktu satu tahun dari RUPS untuk membeli kembali sahamnya.

Manajemen Bumi kemarin malam juga menggelar conference call dengan broker guna membahas perkembangan terbaru dari perusahaan batu bara itu.

Pada 22 Agustus, Bumi melaporkan telah membukukan laba bersih US$301,80 juta atau US$15,67 per 1.000 saham pada semester I/2008 menyusul harga jual batu bara yang lebih tinggi pada tahun ini.

Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan pertambangan batu bara thermal terbesar di Indonesia itu mencatatkan laba bersih sebesar US$720,30 juta dengan memperhitungkan keuntungan (one time gain) sebagai dampak dari penjualan 30% saham PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia kepada perusahaan asal India Tata Power. Tanpa keuntungan divestasi itu, laba bersih Bumi US$317 juta.

Analis Sucorinvest Central Gani Securities Albert Panjaitan Pandapotan Tua menilai langkah buyback yang dilakukan Bumi positif di tengah harga saham yang rendah karena dapat meningkatkan efisiensi.

"Tetapi tidak akan berpengaruh lagi pada harga sahamnya di pasar karena perusahaan sudah mengalokasikan dana khusus untuk itu," tuturnya. (pudji.lestari@bisnis.co.id)

Oleh Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal