Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 08/10/2008
Mobile-8 jajaki rights issue Rp1 triliun
JAKARTA: PT Global Mediacom Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk sedang menyusun draf perjanjian terkait dengan pengalihan saham PT Mobile-8 Telecom Tbk yang akan direalisasikan dalam penerbitan saham baru (rights issue) pada Desember 2008.
Sumber Bisnis menuturkan penerbitan saham baru itu bernilai Rp1 triliun dan Bakrie Telecom kemungkinan akan mengambil saham Global Mediacom di Mobile-8 melalui rights issue tersebut.
"Kemungkinan Bakrie Telecom akan menjadi mayoritas di Mobile-8," ujarnya, kemarin.
Saat dikonfirmasi Bisnis, Head of Investor Relations Global Mediacom David F. Audy mengatakan saat ini jumlah saham Global Mediacom berkisar 28% dan tidak tertutup kemungkinan adanya investor lain dalam kepemilikan saham Mobile-8.
Dia menjelaskan nantinya Global Mediacom tetap akan menyisakan sedikit sahamnya di Mobile-8, meski jumlahnya tidak besar.
Global Mediacom menjual 38,6% saham Mobile-8 sejak 1 Agustus-26 September 2008 guna fokus ke bisnis media.
Sekretaris Perusahaan Global Mediacom M. Budi Rustanto mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada pembeli lain yang akan membeli saham Mobile-8 dalam waktu dekat.
"Itu semua bergantung pada pemegang saham, dalam hal ini Pak Hary Tanoesoedibjo," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Sumber Bisnis menuturkan Jerash Investment yang saat ini memiliki 22,79% saham Mobile-8 merupakan special purpose vehicle (spv).
Berdasarkan penelusuran Bisnis, Chief Executive Officer Jerash Investment Shiv Dave yang menandatangani surat penjelasan pembelian saham Mobile-8 merupakan pendiri Jerash Investment.
Saat dikonfirmasi, Budi menyatakan keyakinannya Jerash Investment merupakan investor jangka panjang di sektor telekomunikasi di Tanah Air.
"Industri telekomunikasi di Indonesia sangat potensial, tetapi Global Mediacom memutuskan untuk fokus ke bisnis media dan konten. Kami yakin investor asal Dubai, Uni Emirat Arab ini adalah investor jangka panjang," tandasnya.
Meski demikian, Budi menolak untuk menjelaskan pembeli 15,81% saham Mobile-8 pada periode 1-8 Agustus 2008.
Hingga 26 September 2008, Global Mediacom telah menjual 22,79% saham Mobile-8 Telecom kepada Jerash Investment.
Direktur Utama Global Mediacom Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo mengatakan penjualan kembali 2,4 miliar saham atau 11,86% dari total saham beredar dengan harga penjualan per saham Rp143 terjadi kembali pada 25 dan 26 September 2008.
Pada 25 September, Global Mediacom kembali melepas 1,2 miliar saham yang setara dengan 5,93% kepemilikan Mobile-8 dan pada 26 September transaksi dengan jumlah yang sama kembali terjadi.
Sebelumnya, Global Mediacom menjual 10,93% saham atau setara dengan 2,21 miliar saham Mobile-8. Nilai transaksi pembelian oleh Jerash Investment itu mencapai Rp316,17 miliar yang mencerminkan harga per saham Rp143.
Hary mengatakan tujuan dari transaksi itu adalah mempertajam fokus strategi perseroan di bisnis media.
Transaksi pembelian oleh perusahaan investasi asal Uni Emirat Arab itu terjadi pada 19 September dengan besar transaksi pembelian 1,01 miliar saham (5%) dan pada 22 September 2008 sebesar 1,2 miliar saham (5,93%).
Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode BMTR ini ditutup pada level Rp420 atau naik 1,2% dibandingkan penutupan perdagangan 6 Oktober 2008, yaitu Rp415.
Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar Global Mediacom mencapai Rp5,77 triliun.
Adapun, harga saham Mobile-8 naik 5,66% ke posisi Rp56 dari penutupan perdagangan pada 6 Oktober 2008, yaitu Rp53. Sehingga, kapitalisasi pasar Mobile-8 mencapai Rp1,13 triliun.
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- REKOMENDASI
Panin Sekuritas: - REKOMENDASI
Optima Securities: - REKOMENDASI
Millenium Danatama: - REKOMENDASI
Indosurya Securities: - Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini