Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 08/10/2008
Indika Energy akuisisi BHP Kendilo
JAKARTA: PT Indika Energy Tbk akan mengakuisisi produsen batu bara PT BHP Kendilo Coal Indonesia dengan target penyelesaian transaksi pada pertengahan Oktober.
Seorang eksekutif yang mengetahui transaksi itu mengatakan saat ini proses akuisisi masih dalam tahap pengalihan saham dari BHP ke Indika Energy. Di samping itu, perusahaan tersebut masih menunggu keluarnya izin dari Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).
"Diperkirakan dalam bulan ini akuisisi terhadap 100% saham BHP Kendilo bisa diselesaikan. Nilai akuisisi US$20 juta, sedangkan untuk pengembangannya mencapai US$80 juta karena tambang tersebut tidak lagi beroperasi," katanya kepada Bisnis kemarin.
Ketika dikonfirmasi mengenai perusahaan yang diakuisisi, Vice President & Investor Relations Indika Energy Retina Rosabai tidak bersedia berkomentar. Menurut dia, jika ada kewajiban yang harus diselesaikan pada perusahaan yang akan diakuisisi, hal itu telah dituangkan dalam perjanjian jual beli.
"Kami belum bisa memberikan detail perjanjiannya. Yang jelas, setelah akuisisi selesai, kami akan langsung mengembangkan tambangnya. Kami optimistis akuisisi bisa selesai bulan ini," katanya.
Menurut Retina, lahan tambang yang akan diakuisisi itu akan mulai berproduksi pada akhir 2010 hingga awal 2011 dengan kapasitas awal 700.000 ton per tahun, setelah konstruksi infrastruktur tambang selesai.
"Tidak ada perubahan harga, karena kami sebelumnya telah menandatangani perjanjian. Untuk pembiayaan akan berasal dari internal, karena kami masih memiliki dana tunai sebesar US$400 juta," lanjutnya.
Direktur Pengusahaan Mineral dan Batubara Departemen ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan Indika akan mengakuisisi BHP Kendilo. Namun, dia belum bisa memastikan terbitnya surat izin pengambilalihan saham.
"Seperti pengalihan saham dari BHP ke Indika, saat ini dalam proses, sehingga kami belum bisa menerbitkan izinnya," tutur Bambang.
Berdasarkan penelusuran Bisnis, BHP Kendilo didirikan sebagai perusahaan patungan antara BHP (80%) dan Mitsui (20%). Perusahaan ini beroperasi di Petangis dan Rindu, Provinsi Kalimantan Timur.
BHP Kendilo merupakan pemegang kontrak perjanjian karya pengusaha batu bara (PKP2B) generasi pertama, dan memperoleh berbagai fasilitas kemudahan pajak dari pemerintah.
Kemudahan itu di antaranya sistem perpajakan yang telah tetap, dan tidak terkena aturan pajak baru. Jika ada pajak baru yang tidak tercatat dalam kontrak, pemerintah akan membayar kembali (reimburse) se- besar yang telah dibayarkan perseroan.
Namun belakangan ini mekanisme reimbursement tersendat, sehingga menimbulkan konflik antara kontraktor PKP2B generasi pertama dan pemerintah yang diwakili Departemen Keuangan.
Dalam kasus ini, pemerintah menuding perusahaan batu bara PKP2B generasi pertama menunggak dana hasil penjualan batu bara (DHPB) hingga Rp7 triliun. Khusus BHP Kendilo, perusahaan itu diketahui memiliki utang DHPB sebesar US$6,64 juta kepada pemerintah.
Terkait dengan masalah ini, Departemen ESDM menegaskan PT BHP Kendilo Coal Indonesia tetap harus membayar dana hasil penjualan batu bara (DHPB), sama seperti lima perusahaan batu bara penunggak DHPB, tanpa ada perlakuan khusus (Bisnis, 03 September).
Selain bisnis tambang batu bara di PT Kideco Jaya Agung, Indika juga mempunyai bisnis jasa teknik, pengadaan, dan konstruksi melalui PT Tripatra Engineering dan PT Tripatra Engineers & Constructors.
Harga saham emiten berkode INDY ini kemarin ditutup di posisi Rp1.520 per saham, atau turun 7,88% dari penutupan hari sebelumnya di posisi Rp1.650 per saham. Apabila mengacu pada harga tersebut, kapitalisasi pasar Indika Energy mencapai Rp7,91 triliun, dan estimasi price to earning ratio (P/E) mencapai 8,58 kali.
Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO