Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 08/10/2008

PORTOFOLIO
Harga kedelai meningkat 2%

CHICAGO: Kontrak kedelai naik untuk pertama kalinya dalam empat hari perdagangan di bursa Cbot setelah hampir menyentuh posisi terendah dalam 13 bulan terakhir di tengah perbaikan krisis ekonomi AS yang mendorong permintaan naik.

Harga kedelai yang menjadi salah satu bahan baku minyak nabati itu turun 43% sejak mencapai rekor US$16,36 per bushel pada 3 Juli. Penurunan tajam itu dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi yang berdampak pada terpangkasnya permintaan minyak nabati.

Kontrak kedelai untuk pengiriman November naik 2% menjadi US$9,41 per bushel dalam perdagangan elektronik Chicago Board of Trade (Cbot).

Pada sesi perdagangan siang hari, kontrak kedelai sempat bergerak pada kisaran US$9,34 per bushel. Sebelumnya, harga kedelai mencapai level terendah untuk kontrak teraktifnya sejak 12 September 2007 yakni US$9,16 per bushel.

Penurunan harga juga dialami jagung yang melemah 6,75 sen atau 1,6% menjadi US$4,17 per bushel, yang merupakan terendah sejak 11 Desember. Kontrak jagung sudah anjlok 47% dari rekor US$7,99 per bushel yang dicetak pada 27 Juni.(Bloomberg/23)

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal