Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 11/10/2008

Pemerintah izinkan PTBA & Antam beli Bumi

JAKARTA: Pemerintah mengizinkan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengakuisisi PT Bumi Resources Tbk, karena harga saham perusahaan milik Grup Bakrie tersebut saat ini cukup menarik.

Meneg BUMN Sofyan A. Djalil mengatakan saat ini merupakan kondisi yang paling tepat bagi dua perusahaan tambang pelat merah itu untuk membeli Bumi. Namun, sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk ke Kementerian BUMN seputar rencana tersebut.

"Yang penting kalau keputusan untuk membeli sudah dibuat, mereka [Bukit Asam dan Antam] harus memberikan keterangan. Sejauh ini rencana akuisisi itu masih wacana di masing-masing perusahaan," katanya kemarin.

Menurut Sofyan, Bukit Asam dan Antam harus menetapkan harga yang paling menguntungkan jika kedua BUMN itu ingin mengakuisisi Bumi.

"Kalau tidak dalam kondisi saat ini, kapan lagi bisa membeli saham Bumi. Tapi masalahnya, pada harga berapa saham tersebut mau dibeli," lanjutnya.

Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan pihaknya merencanakan untuk bertemu dengan manajemen Bumi kemarin siang.

Namun, sehubungan dengan adanya keputusan mendadak untuk kembali menutup kegiatan perdagangan saham dan derivatif di bursa, pertemuan itu dengan sendirinya batal.

"Maunya sih siang ini, tapi sekarang tidak memungkinkan," ujarnya sebelum bertolak menemui Menkeu & Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati guna berkonsolidasi membahas kondisi pasar modal Indonesia, kemarin siang. Menurut Erry, pertemuan itu sedianya akan dijadwal ulang menjadi Senin.

Bukit Asam bersama Antam membidik kepemilikan 35% saham PT Bumi Resources yang saat ini masih dikuasai oleh keluarga Bakrie.

Direktur Utama Bukit Asam Sukrisno mengatakan pihaknya telah menggelar pembicaraan dengan jajaran manajemen Antam menyangkut rencana akuisisi itu. Sejauh ini konsorsium BUMN ini masih menyiapkan dana dari kas internal untuk mendukung aksi korporasi itu.

"Akuisisi ini sejalan dengan rencana kami untuk mengakuisisi perusahaan tambang yang ada di Kalimantan guna meningkatkan cadangan batu bara kami," katanya.

Menurut Sukrisno, saat ini Bukit Asam ataupun Antam masih mengkaji jumlah saham yang mungkin untuk bisa diakuisisi. Jumlah tersebut juga dengan mempertimbangkan kas yang tersedia di internal perseroan.

Bantah beli

Dalam perkembangan terpisah, Tata Power Co, perusahaan pembangkit listrik terbesar di India, membantah telah berbicara untuk membeli saham Bumi.

"Ini untuk mengklarifikasi, bahwa kami tidak mengadakan pembicaraan atau menandatangani perjanjian apa pun terkait dengan hal itu [akuisisi saham Bumi]," tulis manajemen Tata yang berbasis di Mumbai dalam surat elektroniknya seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

Perusahaan itu membantah pemberitaan Economic Times India yang melaporkan perihal adanya rencana Tata meningkatkan kepemilikan di Bumi. (bambang.jatmiko@bisnis.co.id/pudji. lestari@bisnis.co.id)

Oleh Bambang P. Jatmiko & Pudji Lestari
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal