Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 11/10/2008
Antam kaji ulang akuisisi Martabe
JAKARTA: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akan mengkaji ulang rencananya membeli 10% saham di proyek tambang emas Martabe milik Oxiana Ltd senilai US$66,5 juta atau setara dengan Rp655,36 miliar menyusul pengetatan likuiditas di pasar keuangan.
Direktur Utama Antam Alwin Syah Loebis mengatakan agak berat mencari pendanaan eksternal di tengah kondisi pasar keuangan yang sedang lesu akibat pengaruh krisis keuangan global.
Apalagi sumber pendanaan pembelian saham tersebut sekitar 65% direncanakan berasal dari eksternal yakni sebesar US$42,22 juta atau kini setara dengan Rp416,08 miliar jika asumsi nilai tukar rupiah per dolar AS Rp9.855.
"Karena kondisi ekonomi begini, kami akan evaluasi ulang [rencana pembelian 10% saham] Martabe itu. Jadi bisa lanjut bisa tidak. Kami kan punya banyak kebutuhan kas seperti untuk buyback dan rencana pengembangan empat proyek utama kami," tuturnya saat dihubungi Bisnis, kemarin.
Antam mempunyai opsi untuk memiliki hingga mencapai total 25% saham di perusahaan pertambangan emas itu. Pembelian tambang sebagai strategi Antam dalam mengamankan cadangan emas miliknya, yang dalam beberapa tahun mendatang akan habis.
Tambang emas Martabe di Sumatra Utara mampu memproduksi 200.000 ounce emas dan 2 juta ounce perak per tahun. Antam bisa menambah kepemilikan 10% saham saat tambang mulai beroperasi dan 5% saham saat tambang sudah beroperasi.
Sebelum Bursa Efek Indonesia menyetop kegiatan perdagangannya, harga saham berkode ANTM ini telah tergerus sebesar 77% pada tahun ini seiring penurunan harga nikel, yang merupakan produk utama tambang BUMN tersebut. (pul)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- REKOMENDASI
Panin Sekuritas: - REKOMENDASI
Optima Securities: - REKOMENDASI
Millenium Danatama: - REKOMENDASI
Indosurya Securities: - Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini