Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 11/10/2008
Obligasi Mobile-8 berpotensi gagal bayar
SINGAPURA: Moody's Investors Service menurunkan peringkat obligasi PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) sebesar US$100 juta, dari Caa1 menjadi Caa2 atau berpeluang terjadinya gagal bayar (default). Surat utang itu akan jatuh tempo pada 2013 dan dengan kupon 11,25%.
Dalam siaran pers yang diterima Bisnis kemarin disebutkan penurunan itu dilakukan, menyusul langkah penjualan 32% saham milik PT Global Mediacom Tbk kepada investor Timur Tengah, Jerash Investments. Bahkan, peringkat tersebut masih terbuka untuk diturunkan lagi.
Analis Moody's Ivan Palacios mengatakan penjualan saham ke Jerash Investment menyebabkan kepemilikan Global Mediacon di operator telekomunikasi itu turun di bawah 51%.
"Ini menyebabkan perubahan komitmen terhadap klausul yang tertuang dalam bond sebesar US$100 juta. Selain itu pembayaran terhadap kewajiban akan sangat dipengaruhi oleh likuiditas pemegang saham baru," tuturnya.
Dalam klausul yang tertuang dalam surat utang yang diterbitkan Mobile-8 disebutkan bahwa perseroan harus membuat penawaran pembelian kembali dengan harga sebesar 101% dari harga penawaran sebelumnya, ditambah penambahan pembayaran suku bunga yang tidak terbayarkan dalam jangka waktu 30 hari sejak jatuh tempo.
Kegagalan memenuhi perjanjian tersebut akan menyebabkan perseroan dianggap default, dan bisa memicu kerugian silang sebesar Rp676 miliar pada pemegang obligasi.
Pada 30 Juni Mobile-8 dilaporkan memperoleh tambahan dana sekitar Rp171 miliar (sekitar US$18 juta). Selain itu perseroan juga melakukan investasi jangka pendek senilai Rp572 miliar (sekitar US$61 juta).
Moody's menilai saat ini arus kas Mobile-8 tidak mencukupi untuk pembayaran awal kewajiban tersebut. Perusahaan pemeringkat itu berharap perseroan bisa terhindar dari kas yang negatif pada kuartal tiga dan 4 tahun ini akibat keringnya likuiditas.
Selain itu, Moody's juga mencatat munculnya ketidakpastian menyusul pengalihan kepemilikan dalam hal pemberian suntikan dana untuk membayar kewajiban perseroan.
Tingkatkan modal
Moody's menyarankan agar Mobile-8 meningkatkan modal untuk membayar kembali kewajiban obligasi berdenominasi dolar AS. Kemudian pemegang saham saat ini diminta untuk tidak tergesa-gesa dalam mengalihkan kepemilikan, serta mengambil langkah untuk merestrukturisasi kewajiban perseroan.
Sementara itu, berdasarkan catatan Bisnis, Mobile-8 Telecom Tbk akan meminta persetujuan kepada pemegang saham pengendali baru Jerash Investment untuk menggelar penawaran saham terbatas (rights issue).
Direktur Mobile-8 Merza Fachys mengatakan jumlah dana yang akan diraup melalui rights issue diharapkan bisa menembus level Rp2 triliun.
Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO