Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 23/10/2008
Dua MI siap alihkan reksa dana pasar uang ke proteksi
JAKARTA: Dua manajer investasi yaitu PT Nikko Securities dan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen mempersiapkan skenario terburuk dengan mengalihkan aset reksa dana pasar uang ke produk terproteksi, jika penarikan secara masif masih melanda reksa dana tersebut.
Kepala Biro Pengelolaan Investasi Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Djoko Hendratto mengatakan sudah menerima laporan dari beberapa MI sebagai upaya mengatasi potensi kepanikan investor akibat nilai aktiva bersih reksa dana yang menurun karena valuasi ataupun penarikan dana (redemption).
"Bentuknya bisa mengalihkan aset ke produk terproteksi maupun pilihan lain," ujarnya kepada Bisnis, kemarin.
Direktur Batavia Prosperindo Ruddy Raharjo mengatakan perseroan sedang melakukan komunikasi yang intensif dengan nasabah reksa dana pasar uang melalui investor gathering.
Dia menambahkan saat ini pihaknya belum berniat membentuk reksa dana terproteksi untuk mengalihkan aset pasar uang karena optimistis nasabahnya dapat ditenangkan.
Direktur Nikko Securities Adler Haymans Manurung tidak dapat dikonfirmasi ketika dihubungi lewat telepon selulernya kemarin.
Sekretaris Perusahaan PNM Investment Iwan Ridwan mengatakan penarikan bersih produk reksa dana pasar uang PNM Puas dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Investment Management hanya sebesar 2,3% dari total dana kelolaan perusahaan sebesar Rp3,48 triliun.
Dia menjelaskan seluruh transaksi baik pembelian maupun penarikan PNM Puas untuk sementara dihentikan karena perusahaan sedang mengomunikasikan kepada seluruh investor tentang masalah ini.
Penghentian transaksi ini akan diteruskan hingga pernyataan efektif reksa dana terproteksi yang diajukan perusahaan kepada Bapepam-LK sudah didapat.
Karena itu, investor dapat memutuskan untuk mengalihkan dananya ke reksa dana terproteksi atau tetap pada PNM Puas.
Setelah mendapatkan pernyataan efektif, lanjutnya, transaksi produk baru dibuka kembali.
Djoko menjelaskan kondisi reksa dana saat ini sudah mulai stabil. Namun, dia tidak dapat menunjukkan data yang pasti, dengan alasan data tersebut belum tersedia. "Data publik itu [website e-monitoring Bapepam-LK], masih dalam perbaikan sehingga belum dapat diakses untuk umum."
Akses data
Berdasarkan penelusuran Bisnis, data reksa dana yang termuat dalam situs resmi Bapepam-LK, sejak beberapa minggu ini tidak dapat diakses. Padahal, data itu sangat penting untuk mengetahui aktivitas industri reksa dana dan dapat menjadi acuan publik, tidak hanya nasabah tetapi juga investor baru yang belum masuk ke industri reksa dana.
Djoko mengatakan ke depannya, otoritas pasar modal akan menampilkan data-data yang umum dan dibutuhkan pemodal tidak seperti sebelumnya.
Alasannya, nasabah justru diuntungkan dalam metode baru data itu, karena otoritas pasar modal akan meminta manajer investasi secara langsung (direct) menyampaikan laporan harian ataupun bulanan kepada nasabahnya. (21/ Rahayuningsih)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Demutualisasi bursa digulirkan
- Jasa Marga pakai capex di bawah 50%
- Asei incar kerja sama 20 bank daerah
- Inovisi incar dua proyek Rp250 miliar
- Global Mediacom gugat Mobile-8