Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 18/11/2008

PREDIKSI
Pemodal tunggu berita positif di bursa

JAKARTA: Perdagangan saham pada hari ini diperkirakan masih sepi dengan nilai transaksi terbatas, menyusul sepinya sentimen positif yang bisa menjadi momentum kenaikan harga saham unggulan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diduga ber-gerak mengikuti arah bursa global yang masih cenderung fluktuatif.

Analis PT Paramitra Alfa Sekuritas Adimas Eko Prasetyo mengatakan kondisi bursa demikian membuat pelaku pasar memilih horizon investasi dalam jangka menengah, sembari menunggu kabar positif untuk kembali ke pasar.

"Untuk transaksi harian memang kurang pas, sehingga investor bertahan dulu di luar pasar. Jika ada momentum yang bagus, mereka akan masuk," tuturnya kemarin.

Strategi wait and see tersebut, lanjutnya, terlihat dari tren nilai transaksi beberapa pekan terakhir yang menurun menjadi sekitar Rp2 triliun, dari nilai rerata transaksi awal tahun yang bisa mencapai Rp6 triliun.

Kondisi tersebut sedikit banyak memengaruhi pola pergerakan indeks yang naik-turunnya tidak sedrastis yang terjadi di bursa global. "Pergerakan tidak begitu besar, kenaikan maupun penurunan tidak sedrastis di bursa global," ujar Adimas.

Saham unggulan


Dia memperkirakan indeks pada hari ini akan ber-gerak di kisaran titik terbawah 1.210 dan titik teratas 1.260. Saham-saham unggulan, terutama yang terkait dengan komoditas, masih menjadi penyumbang terbesar pergerakan indeks.

"Pemodal harus memerhatikan kondisi bursa global seperti Dow Jones seperti apa. Di tengah sepinya sentimen dalam negeri, indeks sulit terlepas dari pengaruh bursa global," ujarnya.

Kemarin, indeks melemah 27,4 poin (2,171%) ke level 1.236,93 dengan volume perdagangan 2,5 miliar saham senilai Rp2 triliun. Investor asing membukukan pembelian bersih senilai Rp275,172 miliar, membalik posisi akhir pekan lalu yang mencatat penjualan bersih Rp155,438 miliar.

Adimas menambahkan secara teknis harga-harga saham unggulan sudah memasuki titik rendah, sehingga mengundang pembelian bagi investor yang berorientasi jangka menengah.

"Secara teknis, indeks sudah di posisi rendah, namun sentimen negatif akibat krisis finansial masih memengaruhi psikologi pasar sehingga investor harian masih menunggu," ujarnya.

Kemarin, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp425 (8,59%) ke Rp4.525, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) anjlok Rp350 (4%) ke Rp8.300.

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal