Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 19/11/2008
Medco revisi target investasi US$3 miliar
JAKARTA: PT Medco Energi Internasional Tbk merevisi target investasi sebesar US$3 miliar, menyusul pembatalan penjualan saham di dua proyek yaitu di Rimau, Sumatra dan Lapangan Jeruk, Jawa yang diperkirakan berkisar US$120 juta.
Komisaris Utama Medco Hilmi Panigoro mengatakan pembatalan pelepasan saham perseroan di dua proyek itu dengan kepemilikan masing-masing 10% dan 22,5%, karena tidak ada investor yang sesuai dengan visi dan misi manajemen.
"Rimau dan Jeruk tidak jadi kami lepas, karena sejak semula kami ingin mengundang mitra strategis. Namun, investor yang sejalan itu tidak kami temukan," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Medco semula berencana melepas sahamnya di 7 proyek a.l. Kakap dan Langsa di Natuna, Tuban, Bawean, Lapangan Jeruk, Rimau dan Lematang di Sumatra.
Perseroan membutuhkan dana investasi US$3 miliar hingga 2012, untuk itu perseroan berencana mengucurkan dana senilai US$Rp1,5 miliar-US$2 miliar salah satunya melalui divestasi tujuh blok itu.
Kepala riset PT BNI Securities Norico Gaman mengatakan dalam sebuah pertemuan antara manajemen Medco dan analis BNI Securities beberapa waktu lalu, disebutkan nilai divestasi 7 proyek Medco itu senilai US$325 juta, dengan asumsi harga minyak US$90 per barel.
"Bila dua proyek itu tidak jadi dilepas, setidaknya US$100 juta-US$120 juta tidak didapat perseroan."
Hilmi mengatakan meski pihaknya tidak jadi melepas saham di proyek Rimau dan Lapangan Jeruk, manajemen akan mendapatkan dana segar berasal dari pelepasan 18% saham Medco di proyek Kakap.
"Manajemen sudah masuk tahap finalisasi dengan investor asing. Proyek lainnya akan kami jual tahun depan."
Tidak terpengaruh
Direktur Medco Lukman Machfoedz mengatakan rencana pengembangan perseroan tidak terpengaruh dengan revisi nilai investasi itu.
"Kami segera sampaikan penyesuaian target investasi terkait dengan jadwal proyek dan jadwal komersialisasi dengan mitra dan pemerintah. Meski investasi direvisi, kami yakin proyek tetap jalan."
Dia mengatakan krisis keuangan tidak secara langsung berdampak pada kemampuan Medco mendanai dan merealisasikan investasi proyek utama yang direncanakan sejak awal 2008. (sylviana.pravita@bisnis.co.id)
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- REKOMENDASI
Panin Sekuritas: - REKOMENDASI
Optima Securities: - REKOMENDASI
Millenium Danatama: - REKOMENDASI
Indosurya Securities: - Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini