Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 19/11/2008
Bakrie Telecom jual menara
JAKARTA: PT Bakrie Telecom Tbk mematok belanja modal pada tahun depan sekitar US$180 juta dan akan memperoleh tambahan belanja modal dari hasil penjualan menara telekomunikasi Bakrie Telecom.
Direktur Corporate Services Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengatakan perseroan akan menggunakan tambahan belanja modal dari penjualan menara telekomunikasi itu untuk menambah kapasitas jaringan.
Bakrie Telecom berencana menjual 543 menara telekomunikasi beserta prasarana dan sarana pendukung infrastruktur telekomunikasi bernilai Rp380,22 miliar dan transaksi itu ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
"Dana investasi perseroan sepanjang 2008-2010 sudah kami peroleh melalui rights issue lalu senilai US$600 juta. Pada 2009, kami alokasikan sekitar US$180 juta," ujarnya, kepada Bisnis, kemarin.
Perincian obyek dalam transaksi itu adalah aset perseroan dengan perincian harga jual minimum untuk 123 menara greenfield Rp115,62 miliar.
Adapun, harga jual minimum untuk 420 menara rooftop adalah Rp264,4 miliar.
Pengaruh transaksi itu terhadap laporan keuangan perseroan, yaitu menurunkan nilai buku bersih aktiva tetap perseroan sekitar Rp185,56 miliar, sehingga akan meningkatkan tingkat pengembalian terhadap aset.
Selain itu, memberikan pengaruh positif terhadap laba bersih perseroan pada tahun penjualan aset dan mendapat keuntungan tambahan kas.
Keuntungan atas hasil penjualan aset itu senilai Rp124,04 miliar.
"Perseroan akan melakukan tender bagi pembeli yang merupakan perusahaan penyelenggara dan penyedia menara," paparnya.
Langkah itu dilaksanakan perseroan karena ingin memfokuskan diri pada kegiatan usaha penyelenggaraan jaringan dan jasa telekomunikasi dan meningkatkan efisiensi.
Selain itu, penjualan itu guna melaksanakan Peraturan Menkominfo tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi per 17 Maret 2008.
Transaksi itu bernilai hingga 22,74% dari total pendapatan perseroan Rp1,67 triliun.
Rencana itu akan dimintakan izin prinsip dalam rapat pemegang saham pada 16 Desember 2008.
Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode Bakrie Telecom itu ditutup pada level 55 atau anjlok 5,17% dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 17 November, yaitu Rp58.
Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Tugu Pratama lepas 30% saham ke pasar tahun ini
- PORTOFOLIO
Multipolar berpotensi merugi - PORTOFOLIO
Peringkat Infoasia turun - PORTOFOLIO
Indo Kordsa cari pinjaman - PORTOFOLIO
Katarina Utama siap IPO