Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

Global Mediacom masuki bisnis sewa satelit

JAKARTA: PT Global Mediacom Tbk berencana masuk ke bisnis penyewaan satelit penyiaran, terkait dengan kepemilikan perseroan atas satelit Indostar II senilai US$225 juta.

Sekretaris Perusahaan Global Mediacom M. Budi Rustanto menuturkan perseroan saat ini merupakan pemegang saham mayoritas dari PT MNCSkyvision (Indovision) yang nantinya mengendalikan kepemilikan atas satelit tersebut.

"Bisnis MNC Skyvision akan menjadi pendapatan yang juga berkontribusi bagi laba bersih Global Mediacom, karena kami merupakan pemegang saham mayoritas," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Sekretaris Perusahaan MNC Skyvision Arya Mahendra menuturkan rencana masuk ke bisnis penyewaan satelit itu me- mang sedang dipertimbangkan manajemen guna mengembalikan modal pembelian satelit penyiaran tersebut.

"Tidak tertutup kemungkinan satelit penyiaran ini akan menjadi satelit penyiaran yang disewakan bagi media penyiaran, seperti radio dan televisi," tegasnya.

Per Juli lalu, Global Mediacom meraih pinjaman senilai US$225 juta untuk membiayai pembelian satelit yang ditujukan bagi perluasan cakupan (coverage) Indovision.

Arya menambahkan, melalui penambahan satelit baru tersebut, MNC Skyvision mampu menambah kanalnya lebih dari dua kali lipat dari 62 kanal yang dimiliki Indovision saat ini.

Satelit yang memiliki orbit S-Band itu memiliki kapasitas 10 transponder, 100 kanal televisi, kanal radio, dan punya kemampuan gabungan antara MPEG-4 dan MPEG-2.

Satelit yang dibeli dari perusahaan Boeing, AS itu akan diluncurkan di Kazakhztan dan ditargetkan dapat menggenjot jumlah pelanggan Indovision menjadi 1 juta pelanggan pada tahun depan dari target 600.000 pelanggan pada tahun ini.

Terkait dengan ekspansi jaringan televisi lokal tersebut, Global Mediacom juga menyiapkan dana internal US$70 juta guna membiayai ekspansi usaha jaringan televisi lokal yang ditayangkan secara nasional pada tahun ini.

Televisi bergerak


Presiden Grup dan CEO Global Mediacom Hary Tanoesoedibjo belum lama ini menuturkan perseroan akan melun- curkan televisi berlangganan digital bergerak (digital mobile pay tv) di Jabodetabek dengan nilai investasi US$20 juta.

Sementara itu, investasi jaringan televisi lokal yang ditayangkan secara nasional senilai US$40 juta-US$50 juta akan dirogoh Global dari kocek PT Media Nusantara Citra Tbk sebagai anak perusahaan dari Global.

Restrukturisasi perseroan mengubah bisnis inti menjadi fokus pada enam sektor, yaitu media penyiaran, media di luar penyiaran, konten, mobile, televisi berlangganan, dan infrastruktur media.

"Setelah mengakuisisi Linktone 54%, maka tahun ini kami belum ada rencana akuisisi dan fokus pada pengembangan usaha yang sudah ada. Linktone akan menjadi landasan ekspansi media."

Pada penutupan perdagangan kemarin, harga saham emiten berkode BMTR ini ditutup pada level Rp190 atau anjlok 9,52% dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada 17 November, yaitu Rp210.

Dengan mengacu pada harga saham itu, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp2,61 triliun.

Oleh Sylviana Pravita R.K.N.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal