Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

Elnusa raih kontrak US$404,5 juta

JAKARTA: PT Elnusa Tbk hingga bulan ini telah membukukan kontrak senilai US$404,5 juta dari tiga lini bisnis, yaitu jasa seismic, pengeboran (drilling), serta oil field service.

Selain itu, emiten ini juga meraih kontrak untuk tahun depan sebesar US$135 juta dari tiga lini bisnis tersebut.

Vice President Corporate Secretary Elnusa Heru Samodra mengatakan khusus untuk kontrak baru yang diperoleh tahun ini sebesar US$250 juta, dan sisanya merupakan kontrak carry over tahun lalu.

"Dari kontrak yang diperoleh itu, kami menargetkan selama tahun ini bisa mencatat pendapatan sebesar Rp2,3 tri-liun. Sedangkan laba bersih belum kami hitung besarannya," katanya kemarin.

Menurut Heru, proyek yang diraih itu terbagi menjadi tiga waktu, yaitu jangka di bawah satu tahun, antara satu tahun dan lima tahun, dan di atas lima tahun.

Untuk proyek yang dibukukan tahun depan sebesar US$135 juta, 48% disumbang dari pendapatan jasa seismic, 32% dari jasa drilling, serta 20% dari oil field service.

"Kami juga tengah menghitung beberapa target proyek yang prospektif untuk dibidik oleh perseroan. Nilai proyek yang prospektif itu akan kami umumkan dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Elnusa baru-baru ini memperoleh kontrak baru Beyond Petroleum Berau di Papua senilai US$43 juta. Eksekusi kontrak akan dilakukan pada November-Desember 2008, dari target semula Oktober.

Elnusa merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak pada jasa pengeboran minyak dan gas. Perusahaan tersebut awal tahun ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

Perusahaan ini juga membidik kontrak pengeboran dari Pertamina untuk pengeboran minyak dan gas di beberapa blok migas dalam negeri.

Belanja modal (capital expenditure/capex) Elnusa tahun ini mencapai US$130 juta. Dari jumlah itu, 30% di antaranya berasal dari dana IPO, sedangkan untuk 70% si-sanya dianggarkan dari pinjaman perbankan.

Oleh Bambang P. Jatmiko
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Qtel tender offer Indosat pekan ketiga Januari
  • Keputusan Venezuela hangatkan minyak
  • REKOMENDASI
  • Akuisisi Bumi tergolong material
    Pemilik Fajar Sakti dan Pendopo adalah Grup Bakrie