Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Bursa


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 19/11/2008

PREDIKSI
IHSG mengekor bursa regional

JAKARTA: Strategi pemodal untuk menunggu dan mencermati (wait and see) arah perkembangan krisis finansial dan dampaknya terhadap ekonomi Indonesia membuat bursa bergerak volatil mengikuti pasar regional.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan menguat hari ini, menyusul ekspektasi penguatan saham global setelah terkoreksi dua hari berturut-turut sepekan ini.

"Dari sisi teknis, indeks seharusnya sudah membaik ke jalur positif. Namun, kenaikan itu baru terjadi jika kondisi bursa regional juga membaik," tutur Broker PT NISP Sekuritas Dhimas Ganesh, kemarin.

Hingga kemarin, lanjutnya, bursa kawasan Asia Pasifik masih tertekan menyusul belum adanya kepas-tian penanganan krisis finansial. Dengan sedikit em-busan sentimen positif, Dow Jones dan bursa regional memiliki momentum menguat karena telah terkoreksi dalam beberapa hari terakhir.

Dhimas menambahkan perlambatan ekonomi yang sekarang terjadi belum berdampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia, sehingga koreksi yang berlarut-larut seperti sekarang terhitung tidak rasional.

"Faktor psikologi membuat IHSG tertekan. Padahal, perekonomian Indonesia masih tahan, dan diperkirakan bisa tumbuh di kisaran 6% hingga 2008," ujarnya.

IHSG kemarin ditutup melemah 47,07 poin atau 3,81% menjadi 1.189,86, dengan transaksi minim senilai Rp932,69 miliar. Harga 136 saham yang diperdagangkan meleleh dan menggerus kenaikan harga 17 saham lain.

Nilai transaksi


Menurut Dhimas, strategi wait and see yang diterapkan pemodal saat ini membuat nilai transaksi menyusut drastis, sehingga kemarin sempat membukukan perdagangan senilai Rp1 triliun.

"Investor belum berani masuk ke pasar dalam jumlah besar. Faktor psikologis masih menjadi penyebab pasar terpuruk," paparnya.

Nikkei 225 merosot 2,28% ke posisi 8.328,41, Hang Seng anjlok 4,54% menjadi 12.915,88 dan bursa Singapura melemah 3,05% ke level 1.696,36.

Saham PT Bumi Resources Tbk terkena penolakan transaksi otomatis di harga Rp950 setelah terkoreksi Rp100. Saham PT Bakrie Brothers Tbk juga turun Rp14 ke level Rp131, senasib dengan saham PT Energi Mega Persada Tbk yang berkurang Rp35 di Rp315.

Tiga saham Bakrie lainnya yakni PT Bakrie Development Tbk turun Rp7 menjadi Rp71, PT Bakrie Telecom Tbk melemah Rp3 ke Rp55, dan PT Bakrie Plantations Tbk terkoreksi Rp30 menjadi Rp275.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk terkoreksi Rp350 menjadi Rp5.550, PT Astra Internasional Tbk melemah Rp250 ke level Rp8.550, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk terkikis Rp100 ke posisi Rp1.590.

Oleh Arif Gunawan S.
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • PREDIKSI
    Indeks dibayangi koreksi saham bank
  • Qtel tender offer Indosat
    pekan ketiga Januari
  • Suspensi Sarijaya
    berpotensi diperpanjang
  • Divestasi Semen Kupang batal