Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Global


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 26/02/2008

Jumlah Paten Asia di WIPO meningkat

JAKARTA: Jumlah paten yang didaftarkan negara-negara Asia, khususnya China dan Republik Korea, di bawah Patent Cooperation Treaty (PCT) Organisasi Hak Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) mencatat kenaikan signifikan pada 2007 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Keduanya berhasil memperkuat posisinya di daftar sepuluh negara teratas yang mencatat kontribusi terbesar terhadap jumlah paten yang didaftarkan pada tahun lalu. 

WIPO mencatat terdapat 156.100 aplikasi paten yang didaftarkan tahun lalu. Angka itu naik 4,7% dibandingkan dengan rekor aplikasi yang didaftarkan pada tahun sebelumnya.

Dalam empat tahun berturut-turut, negara-negara Asia Timur Laut mencatat pertumbuhan yang sangat tinggi dengan total kontribusi 25,8% terhadap seluruh aplikasi paten internasional yang diterima di bawah PCT.

"Pertumbuhan pendaftaran paten oleh sejumlah negara dari kawasan Asia Timur Laut dan porsinya terhadap seluruh kegiatan pengajuan paten sangat luar biasa dan menunjukkan perubahan pola inovasi di seluruh dunia," ujar Kamil Idris, Direktur Jenderal WIPO, seperti dikutip dalam situs resmi organisasi itu.

Dia melanjutkan, pemanfaatan sistem paten internasional sebagai alat untuk mendorong kegiatan komersial dan pertumbuhan ekonomi meningkat di sejumlah kawasan termasuk Asia Timur.

Negara berkembang merupakan kelompok mayoritas di WIPO dengan jumlah keanggotaan sekitar 78% atau 108 negara dari 138 negara yang menandatangani kesepakatan paten.

Jumlah paten yang didaftarkan Republik Korea mencapai 7.061 paten atau tumbuh 18,8% pada 2007 dibandingkan dengan rekor pendaftaran patennya pada 2006. 

Rekor tersebut membawa Korea mengungguli Prancis sebagai negara keempat dunia dalam pendaftaran paten terbanyak berdasarkan negara asal (country of origin).

Aplikasi paten China mencapai 5.456 paten atau tumbuh 38,1% sekaligus mengambil alih posisi Belanda sebagai negara ketujuh dunia dalam pendaftaran paten terbanyak berdasarkan kategori negara asal. 

AS dengan jumlah aplikasi lebih dari 52.000 menduduki posisi teratas dan menyumbang sekitar 33,5% terhadap total aplikasi paten yang masuk pada 2007. 

Jepang dan Jerman masing-masing menduduki posisi kedua dan ketiga dengan kontribusi sebesar 17,8% dan 11,6% terhadap total aplikasi paten di 2007.

Oleh Nana Oktavia Musliana
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KANAL
    Petinggi Goldman tak terima bonus
  • KANAL
    Investasi CIC makin ketat
  • Lion Nathan akuisisi Coca-Cola Amatil US$4,9 miliar
  • Kesepakatan G-20 efektif setelah krisis reda