Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Global


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 13/03/2008

Lonjakan harga minyak perlebar defisit dagang AS

JAKARTA: Defisit perdagangan AS kembali melebar menjadi US$58,2 miliar pada Januari 2008, lebih tinggi dibandingkan dengan Desember 2007 yang masih US$57,9 miliar akibat kinerja impor dan lonjakan harga minyak dunia.

Namun, defisit perdagangan pada bulan pertama 2008 itu turun 5,5% dibandingkan dengan rekor defisit pada Januari 2007 sehingga memberi kesempatan kepada pengambil kebijakan AS untuk menghindari pelemahan ekonomi yang lebih parah.

Selisih realisasi ekspor dengan impor AS pada Januari itu juga lebih rendah dari proyeksi sejumlah ekonom yang sempat memperkirakan nilai defisit perdagangan akan menyentuh US$59 miliar.

Menteri Perdagangan AS Carlos M. Gutierrez mengatakan defisit minyak menyumbang sekitar 60,3% terhadap total defisit perdagangan pada Januari, naik dibandingkan dengan Desember sebesar 54,2%.

Kinerja perdagangan barang dan jasa, yang tercantum dalam laporan Biro Sensus dan Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan AS, menunjukkan kenaikan defisit minyak itu langsung 'menghapus' surplus sektor jasa.

Seperti dikutip AP, defisit dagang AS pada Desember 2007 mencapai US$57,9 miliar. Padahal, perlebaran defisit dagang itu terjadi pada saat kinerja ekspor mencatatkan rekor tertinggi US$148,2 miliar pada Januari.

Rekor ekspor pada Januari itu terutama dipicu perlemahan dolar AS terhadap mata uang lain, seperti euro, sehingga harga barang dari Washington kian menarik bagi importir.

Kontribusi ekspor AS terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal IV/2007 mencapai 12,3% juga menjadi prestasi sendiri bagi Washington.  Kontribusi ekspor terhadap PDB pada kuartal IV/2002 hanya 9,6%.

Ekspor naik

Laporan yang dirilis Depdag AS itu juga menyebutkan ekspor AS selama 12 bulan yang dihitung sampai Januari 2008 mencapai US$1,65 triliun atau naik 13,1% dibandingkan dengan periode sebelumnya.  Kinerja impor juga naik 6,8% menjadi US$2,36 triliun.

"Ekspor AS sebagai komponen penting pertumbuhan ekonomi kami meningkat pada awal 2008. Tahun lalu ekspor barang dan jasa mencapai US$1,6 triliun sehingga AS menjadi eksportir nomor satu di dunia," kata Gutierrez.

Mendag AS itu menilai saat ini merupakan saat yang tepat bagi pebisnis, petani, dan buruh untuk mengembangkan pasar agar potensi ekspor bisa dimanfaatkan secara penuh.

Dia melanjutkan mitra AS yang tergabung dalam NAFTA, yakni Kanada dan Meksiko, merupakan pasar eskpor barang terbesar bagi AS dengan total kontribusi 33% terhadap total ekspor AS di 2007.

Gutierrez mengklaim penghapusan hambatan dagang bagi negeri jiran yang menjadi mitra dagang AS memperluas kesempatan bagi pebisnis dan petani.

Oleh Nana Oktavia Musliana
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • KANAL
    IPO di Thailand minim
  • KANAL
    Pengangguran di Jepang naik
  • Merger dan akuisisi mulai pulih
  • Penurunan nilai CDS gerus pendapatan AIG Inc
フレッツ光 | FX | ãƒã‚¤ã‚¯è²·å– | FXåˆå¿ƒè€… | å‚µå‹™æ•´ç† | ä½å®…ローン | çµå©šç›¸è«‡æ‰€ | ホームページ制作 | フラット35 | アスクル