Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Global
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Kamis, 17/07/2008
SEC usut manipulator di Wall Street
NEW YORK: Securities and Exchange Commission (SEC) mengirimkan panggilan tertulis kepada sejumlah perusahaan dan pengelola hedge fund kelas kakap yang berbasis di Wall Street terkait dengan kasus dugaan manipulasi saham Lehman Brothers Holdings Inc dan Bear Stearns Cos.
Menurut dua sumber yang mengetahui rencana itu, unit investigasi SEC mengirim panggilan tertulis kepada beberapa bank investasi seperti Goldman Sachs Group Inc, Deutsche Bank AG dan Merrill Lynch & Co.
"SEC juga tengah melakukan investigasi melalui catatan transaksi dan surat elektronik," kata sumber lain yang juga mengetahui rencana regulator bursa saham di negeri Adidaya itu, kemarin.
Aksi pemanggilan secara tertulis itu merupakan langkah baru dalam investigasi transaksi terluas atas perusahaan-perusahaan Wall Street di AS sejak para regulator pada level negara bagian dan federal menangani kasus penyalahgunaan transaksi reksa dana pada 2003.
Juru bicara SEC John Nester menolak berkomentar mengenai aksi pemanggilan itu, demikian juga dengan juru bicara Deutsche Bank Ted Meyer, juru bicara Goldman Andrea Raphael, dan juru bicara Merrill Mark Herr.
"Ini kebijakan kami untuk bekerja sama dengan regulator," ujar Herr singkat.
Sumber Wall Street Journal menyebutkan lebih dari 50 perusahaan pengelola hedge fund termasuk SAC Capital Advisors LLC dan Citadel Investment Group LLC menerima panggilan tertulis dari SEC itu.
Sebagian besar panggilan tertulis itu dikirim pekan lalu dan sebagian yang menerima dimintai informasi terkait dengan Lehman dan Bear Stearns.
Menurut Barry Barbash, mitra pada Willkier Farr & Gallagher LLP di Washington, SEC tidak akan membatasi fokus pemanggilan itu pada investor individu.
Aksi pemanggilan tertulis itu menjadi tambahan kebijakan SEC yang diumumkan satu hari sebelumnya, berupa perintah darurat untuk mengurangi aksi jual cepat saham-saham keuangan termasuk Lehman dan perusahaan-perusahaan keuangan berbasis mortgage seperti Fannie Mae dan Freddie Mac.
Pada saat yang sama, SEC juga menempuh kebijakan investigasi untuk mengetahui apakah transaksi ilegal turut menyebabkan kebangkrutan Bear Stearns pada Maret dan penurunan pasar Lehman Brothers sebanyak 80% pada tahun ini.
Kebijakan itu fokus pada para trader yang mencari keuntungan dengan secara sengaja menyebarkan informasi yang salah mengenai kondisi perusahaan sekuritas di New York.
Selain itu, SEC juga menyelidiki apakah perusahaan sekuritas memiliki kontrol yang cukup untuk menghalangi misconduct. (02)
Bloomberg
bisnis.com
Berita Lain
- KANAL
Ekonomi Filipina terendah sejak 2005 - KANAL
IMF bantu Georgia US$750 juta - KANAL
FTA Asean-India disepakati - Badawi diproyeksikan potong pajak
- Kepercayaan pekerja AS merosot