Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Global
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Jumat, 10/10/2008
Pasific Investment & BlackRock siap kelola program bailout
JAKARTA: Pasific Investment Management Co dan BlackRock Inc mengajukan diri mengelola porsi terbesar program penyelamatan (bailout) sektor keuangan di Amerika Seikat senilai US$700 miliar.
Hal ini dikemukakan sumber Bloomberg yang mengetahui perkembangan kebijakan itu. Usulan ini, terkait dengan pengumuman Departemen Keuangan pada 6 Oktober 2008 yang meminta agar perusahaan pengelola aset memasukkan proposal menjadi pengelola dana penyelamatan sektor keuangan di AS.
Dalam pernyataannya, kemarin, Menteri Keuangan Henry Paulson mengatakan akan memulai mempekerjakan perusahaan yang dipilih pada akhir pekan ini. Tenggat penerimaan proposal pengelola aset, kemarin, pukul 17.00 waktu AS.
"State Street Corp dan Bank of New York Mellon Corp menawarkan diri untuk menangani penyimpanan rekaman, dan pelayanan pengawasan kepada Departemen Keuang-an," ujar sumber yang tidak bersedia membuka identitasnya karena proses itu masih tertutup.
Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Departemen Keuangan, pada 6 Oktober, calon perusahaan pengelola dana penyelamatan itu harus mengawasi aset tetap dalam denominasi dolar AS, minilai US$100 miliar untuk bersaing pada kontrak pembelian dan penjualan perusahaan penjaminan hipotek, sesuai dengan rencana. Penawar untuk pelayanan pengawasan harus mengawasi aset nasabah setidaknya US$500 miliar.
Presiden AS Goerge W Bush, pekan lalu, menandatangani UU yang memberikan kewenangan pemerintah membeli hipotek, dan aset-aset bermasalah lain, dari institusi keuangan berdasarkan catatan penyitaan rumah.
Dalam pidatonya, pada acara dikusi bertajuk "Emer-gency Economic Sta-bilization Act of 2008", yang dikutip Bisnis dari situs resmi Kantor Kepresidenan AS, Bush mengatakan tujuan kebijakan itu adalah menggerakkan kembali aset yang tidak likuid dari perbankan dan perusahaan sekuritas dengan cara menambah modal dan meneruskan pinjaman.
Sumber Bloomberg, akhir pekan lalu mengatakan Pim-co, BlackRock dan Legg Mason Inc merupakan tiga pengelola penghasilan tetap terbesar di Amerika Serikat, yang secara tidak resmi memberikan nasihat kepada Departemen Ke-uangan sebelum mengeluar-kan paket penyelamatan dan sebelum merencanakan me-nawarkan diri menjadi penge-lola sebagian jaminan hipotek ini. Total dana yang dikelola tiga perusahaan itu mencapai US$1,9 triliun dalam bentuk aset tetap.
Sementara itu, Henry Paulson memberikan sinyal bahwa pemerintah kemungkinan berinvestasi di perbank-an, sebagai langkah lanjut dari upaya mengatasi krisis kredit yang semakin parah.
Oleh Erna S. U. Girsang
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- KANAL
McDonald's genjot investasi di Asia - Cadangan devisa Rusia terkuras
- Ruang pemangkasan suku bunga di India terbuka
- Sumitomo Mitsui cari modal US$4,1 miliar
- KANAL
Tiger Brands siap akuisisi AVI Ltd