Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

Setoran bea cukai sudah separuh lebih

JAKARTA: Realisasi penerimaan bea dan cukai hingga semester I/2008 melampaui 50% dari target yang dipatok di APBN sebesar Rp46,5 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan Anwar Suprijadi menyatakan realisasi setoran cukai hingga Juni telah mencapai sekitar 52%. Dengan pencapaian ini, pihaknya optimistis target penerimaan tahun ini akan tercapai.

"Targetnya tercapai, semua sudah sekitar 51% atau 52%," katanya seusai melantik Eddy Abdurrahman sebagai Sesmenko Perekonomian menggantikan Komara Jaya dan Ani Ratnawati sebagai Dirjen Anggaran Depkeu menggantikan almarhum Achmad Rochjadi.

Untuk penerimaan bea masuk, lanjut Anwar, jumlahnya sedikit lebih besar yaitu 58% dan bea keluarnya sekitar 59%.

Pemerintah tahun ini menargetkan dapat mengantongi uang dari penerimaan bea masuk melalui Ditjen Bea dan Cukai Rp18 triliun. Jumlah ini sudah termasuk pajak ditanggung pemerintah. Sementara itu, bea keluar diharapkan dapat dikumpulkan Rp11 triliun.

Terkait dengan layanan Ditjen Bea dan Cukai pascapemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anwar menyatakan saat ini sudah mulai normal. Dia membantah adanya sekitar 5.000 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok akibat sikap tegas pegawai bea dan cukai menerapkan prosedur pemeriksaan dokumen di lapangan.

Faktor pemeriksaan

Dia menyatakan jika ada beberapa kontainer yang tertahan hal itu lebih disebabkan oleh pemeriksaan yang belum rampung. Lamanya pemeriksaan dokumen sendiri sangat tergantung oleh jenis barangnya.

"Kalau barangnya sejenis ya cepat. Kalau prioritas juga sesuai dengan jadwal. Jadi sangat tergantung barangnya."

Dia menambahkan saat ini masih muncul persoalan pro dan kontra terkait dengan kebijakan penerapan reformasi birokrasi di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai.  Sebagian menginginkan keluar masuknya barang di Ditjen Bea Cukai tanpa pemeriksaan untuk mempersingkat waktu, sedangkan sebagian yang lain menginginkan pemeriksaan secara lebih tertib.

"Inginnya cepat, nggak diperiksa. Gara-gara itu, kalau kita periksa dengan benar, marah. Dikira lama."

Anwar sebelumnya menyatakan akan mengoptimalkan law enforcement untuk mengantisipasi penurunan penerimaan cukai yang diperkirakan terjadi pada kuartal II dan III seiring dengan perlambatan ekonomi.

"Kalau [penerimaan] turun, tingkat turunannya kami naikkan dengan law enforcement, misalnya di kepabean saya periksa barang dengan benar, melengkapkan nilai pabean dengan benar," katanya. (16)

Oleh Ahmad Muhibbuddin
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • DINAMIKA
    'Perpres infrastruktur mendesak'
  • DINAMIKA
    Kredit usaha rakyat dijamin
  • Bank Dunia diminta tunda penyetopan soft loan
  • 'Revisi APBN tak pengaruhi pengurangan kemiskinan'