Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Rabu, 09/07/2008

10 Penerbit izin impor segera dibentuk

JAKARTA: Pemerintah menargetkan pelayanan kepabeanan satu pintu  hingga akhir tahun mencapai 80% keseluruhan kegiatan ekspor dan impor di Tanah Air, menyusul akan dibentuknya 10 instansi penerbit izin impor untuk tahap kedua.

Menteri Keuangan sekaligus Plj. Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati menjelaskan tahap pertama pemberlakuan sistem pelayanan kepabeanan satu pintu (National Single Window/NSW) baru melibatkan lima government agency (instansi penerbit izin impor).

Rencananya, akan dibentuk 10 GA baru untuk memaksimalkan pelayanan ekspor dan impor. "Untuk 2008 kita targetkan lima pelabuhan, itu mencakup 80% dari keseluruhan aliran barang ekspor dan impor," ujarnya, kemarin.
Dia menilai penerapan NSW selama ini berdampak positif terhadap sistem perizinan dan kelancaran arus barang ekspor dan impor.

Akan tetapi, penerapan NSW tetap berisiko bagi para eksportir dan importir, terkait dengan  perubahan mendasar atas sistem yang berlaku selama ini.

Sri  Mulyani tidak memerinci lebih jauh dampak yang dimaksud, tapi dia menekankan perlu evaluasi lebih lanjut untuk meminimalkan risiko tersebut.  "Tentunya ada risikonya. Risikonya, customer tidak semuanya merata, jadi kita tetap akan melakukan pertimbangan."

Menkeu  mengatakan sejak diberlakukannya NSW pada 17 Desember 2007 hingga akhir Juni 2008, GA yang dilibatkan baru lima a.l. Kantor Pelayanan Utama (KPU) Ditjen Bea dan Cukai Tanjung Priok, Departemen Perhubungan, Badan POM, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Badan Karantina Pertanian dan Pusat Karantina Ikan.

Tingkatkan kinerja

Untuk tahap berikut, pemerintah akan menambah 10 GA baru guna meningkatkan efektivitas dan kinerja lalu lintas barang impor. Dengan begitu, pemerintah dapat mengembangkan NSW ke pelabuhan lain dan berupaya agar seluruh lembaga pemerintah saling terhubung.
"Kami bekerja berdasarkan tahapan, pada tahapan pertama baru lima, tahapan ke dua itu diupayakan jadi 15 GA,"
Pada tahap pertama, lanjut nya, NSW baru melayani 102 importir di jalur prioritas. Untuk tahap berikutnya, pemerintah menargetkan 150 importir, baik yang nonjalur prioritas maupun jalur hijau di seluruh sektor bisnis dapat dilayani.

"Patokannya adalah mereka mempunyai track record yang baik, bukan profil usahanya."

Ke-10 GA yang akan dibentuk a.l. Kepolisian, Kementerian ESDM, TNI, dan tujuh lembaga lain. Rencana 10 GA tersebut akan diresmikan bersamaan dengan diluncurkannya  Asean Single Window di Semarang pada Agustus 2008.  (04/16)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • DINAMIKA
    Cadangan devisa turun US$2,2 miliar
  • DINAMIKA
    BKPM diminta tingkatkan lobi
  • Produk ekspor ke China harus bernilai tambah
  • UU PPh baru dorong daya saing investasi