Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 19/07/2008
RI masih kesulitan tarik investasi China
JAKARTA: Pemerintah menilai sulit menarik investasi dari China karena penanaman modal dari negara itu masih terfokus di dalam negeri.
Deputi Bidang Pelayanan Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Achmad Kurniadi menilai investasi dari China juga belum begitu signifikan nilainya jika dibandingkan dengan realisasi modal asing negara lain. Bahkan, ujar dia, China belum termasuk 10 besar negara dengan urutan investasi asing terbanyak di Indonesia.
Dia mengatakan investor China masih fokus menanamkan modal di negaranya sehingga modal yang dialirkan ke luar negeri masih kecil.
"Belum masuk 10 besar karena mereka [investor China] masih fokus menanamkan modal di negaranya. Jadi bukan karena iklim investasi di Indonesia," ujarnya seusai memberikan sambutan dalam konvensi bisnis internasional yang dihadiri 990 pengusaha dan pelaku usaha dari China, kemarin.
Nilai investasi China di Indonesia sampai 2007 tercatat hanya sekitar 0,3% dari total investasi asing di Indonesia atau sekitar US$10,3 miliar.
Dia menyebutkan investasi asing terbesar di Indonesia berasal dari Singapura dengan realisasi investasi Januari 2007 sampai Desember 2007 mencapai US$3,75 miliar pada 63 proyek.
Urutan kedua sampai lima meliputi Inggris dengan nilai investasi US$1,69 miliar selama Januari 2007 sampai Desember 2007, Korea Selatan US$627,7 juta, Jepang US$618,2 juta, dan Taiwan US$469,7 juta, Sementara itu, urutan ke enam dan ketujuh gabungan sejumlah negara.
Malaysia berada di urutan kedelapan dengan nilai investasi US$217,3 juta, Australia US$195,3 juta dan Brasil berada pada urutan ke-10 dengan nilai investasi sebesar US$165,1 juta.
Mulai ekspansi
Achmad menjelaskan saat ini China mulai menjajaki ekspansi bisnis ke luar negari dengan salah satu tujuan investasi adalah Indonesia. Sejauh ini, China memang masih tertarik dengan sektor yang terkait dengan sumber daya alam, seperti perkebunan.
Dia berharap kunjungan pelaku usaha dari China dalam konvensi itu dapat menumbuhkan minat investor dari negara itu memasukkan modalnya ke Indonesia, di berbagai sektor.
"Pertemuan ini tidak menargetkan angka, tapi setidaknya bisa menumbuhkan minat investor China ke Indonesia."
Oleh Erna S. U. Girsang
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Peluang debt to equity swap tetap terbuka
- Darmin tunggu putusan kasasi kasus Asian Agri
- Defisit APBN-P 2008 berpeluang turun
- Neraca pembayaran surplus US$1,3 miliar
- 'Dana kemitraan proyek infrastruktur Rp320 triliun'