Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 06/09/2008
Defisit APBN-P 2008 berpeluang turun
JAKARTA: Pemerintah memungkinkan terjadinya penurunan defisit dalam APBN-P 2008 jika harga minyak di bawah asumsi yang telah ditetapkan sebesar US$130 per barel.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan kecenderungan turunnya harga minyak dapat mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.
Jika harga minyak bergerak turun di bawah asumsi APBN-P 2008, tidak menutup kemungkinan defisit kembali turun dari yang telah ditetapkan sebelumnya.
"Kemungkinan kalau harga minyak lebih rendah dari rata-rata US$130, defisit kita menjadi lebih kecil itu mungkin. Berapanya, nanti kita lihat," jelasnya, Kamis malam.
Menkeu mengungkapkan awalnya dalam APBN-P 2008 pemerintah dan DPR menetapkan defisit sebesar 2,1% dari produk domestik bruto ketika harga minyak masih di kisaran US$130 per barel. Namun, pemerintah telah mengingatkan realisasinya diperkirakan berada di bawah target yang ditentukan, sekitar 1,9% PDB.
"Seandainya harga minyak bertahan US$130 per barel terus sampai akhir tahun, berarti kan rata-ratanya turun," ungkapnya.
Dia menambahkan subsidi BBM, selain dipengaruhi konsumsinya juga dipengaruhi oleh volume pemakaian listrik. Untuk itu, jika basis perhitungan yang digunakan adalah subsidi listrik dan BBM, realisasi defisit kemungkinan bisa lebih rendah dari yang ditargetkan.
"Tapi revenue kita penerimaan pajak dari minyak dan SDA-nya juga ikut turun. Hanya netonya masih positif," jelas dia.
Sri Mulyani menambahkan realisasi harga rata-rata minyak dalam negeri (ICP) hingga akhir Agustus sekitar US$122 per barel. "Kalau tidak salah itu. Tapi kalau asumsinya itu di atas US$135 per barel, kalau tidak salah berarti US$127 per barel jadinya."
Kenaikan defisit APBN-P 2008 dari 1,9% PDB menjadi 2,1% membawa konsekuensi kenaikan sisi pembiayaan. Di sisi pembiayaan pemerintah menambah penjualan aset dari PT PPA, menambah target penerbitan surat berharga negara, dan mengoptimalkan penarikan pinjaman program, serta mengurangi target privatisasi dan dana investasi pemerintah.
Selain itu, pemerintah tahun ini juga telah menempuh kebijakan pengamanan pelaksanaan APBN-P 2008. Pemerintah pada akhir Mei 2008 menempuh opsi terakhir dengan melakukan kenaikan harga BBM rata-rata 28,7%. (16)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- DINAMIKA
Penarikan pinjaman bisa bertambah - DINAMIKA
Pensiun Darmin-Anwar diperpanjang - Fiskal dinaikkan sebelum dihapus
- Defisit APBN-P 2008 diprediksi menyusut
- DINAMIKA
Potensi FDI capai US$15 miliar