Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 04/10/2008

Anggaran kementerian tak akan dipotong

JAKARTA : Pemerintah akan melakukan penghematan anggaran tahun depan khusus untuk belanja-belanja nonkementerian dan lembaga untuk memastikan tidak ada pemotongan anggaran K/L.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu menegaskan pemerintah tidak akan memotong anggaran kementerian dan lembaga pada 2009 karena hal itu justru dapat mengurangi pertumbuhan ekonomi. "Tidak ada pemotongan anggaran kementerian dan lembaga untuk 2009," jelasnya, Rabu.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan penghematan anggaran khusus untuk belanja-belanja non K/L. Hasil penghematan itu akan dimanfaatkan untuk mengurangi dampak perlambatan ekonomi global yang berpotensi menimbulkan kekacauan pasar keuangan dalam negeri.
Anggito menambahkan pengalihan dana optimalisasi belanja negara dalam bentuk rupiah murni sebesar Rp8,7 triliun untuk pembiayaan defisit, menjadi salah satu faktor yang bisa mengubah target defisit 2009. Langkah optimalisasi itu termasuk dengan memanfaatkan sisa pembiayaan tahun ini yang belum terpakai untuk digunakan tahun depan.

"Misalnya dari PPA [Perusahaan Pengelolaan Aset]. Sekarang kan kita tidak perlukan. Kemudian RDI [Rekening Dana Investasi] kita bisa tarik di 2009 untuk mengganti jumlah penerbitan utang."

Hitung ulang

Dia menambahkan dalam RAPBN 2009 target defisit diturunkan dari 1,9% menjadi 1,7% PDB. Namun, pemerintah bersama DPR masih akan membahas lebih lanjut strategi pembiayaan dan kemungkinan mengubah kembali target defisit tahun depan.

"Kita lagi menghitung lagi dalam situasi terbaru ini, apakah kita bisa menyerap obligasi yang akan diterbitkan 2009. Kita kan masih ada waktu jadi masih bisa berpikir pembiayaan yang tepat seperti apa dan kita memikirkan skenario dari semua konsekuensi pada Indonesia akan kita pikirkan dengan tenang."

Bappenas sebelumnya memperkirakan defisit tahun depan berpotensi turun dari 1,7% menjadi 1,5% PDB jika dana optimalisasi tambahan belanja dalam bentuk rupiah murni sebesar Rp8,7 triliun jadi digunakan untuk menutup defisit.

Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta menilai anggaran belanja negara untuk tahun depan sudah mencukupi. Karena itu, lebih baik dana optimalisasi yang ditambahkan untuk belanja negara dalam bentuk rupiah murni dialihkan ke dalam perhitungan defisit.

"Mudah-mudahan tercapai sehingga defisitnya bisa jadi 1,5%, tapi DPR-nya setuju nggak? Jangan untuk belanja lagi karena kayaknya sudah cukup," jelasnya baru-baru ini. (16)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • DINAMIKA
    Pemerintah atur dana sosial agama
  • DINAMIKA
    Parlemen Asia bahas keuangan global
  • DINAMIKA
    Pengusaha minta angsur pajak
  • Bappenas: Tidak ada pinjaman IMF
  • Perencanaan DAK perlu direformasi