Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 04/10/2008
Laju PDB jangan bergantung konsumsi domestik
JAKARTA: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai konsumsi domestik tidak dapat diandalkan lagi sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi selama semester II tahun ini.
Menurut Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia Bambang Soesatyo, satu-satunya faktor yang harus diandalkan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun ini adalah konsumsi pemerintah.
"Daya beli penduduk sebenarnya masih lemah karena lonjakan laju inflasi yang masih tinggi. Sekarang kita cuma bisa andalkan konsumsi pemerintah," ujarnya kemarin.
Namun sayangnya, lanjutnya, pemerintah telat dalam menyiapkan langkah untuk mendorong percepatan penyerapan anggaran belanja pemerintah. Hingga Oktober tahun ini, baru sekitar 46% anggaran belanja pemerintah yang terserap.
Selain itu, pemerintah juga lamban dalam memperbaiki lemahnya penyerapan anggaran yang berujung pada pertumbuhan sektor riil yang terhambat, padahal Kadin telah berulangkali mengingatkan hal tersebut.
Bambang bahkan tidak yakin target pertumbuhan ekonomi yang dalam RAPBN 2009 dipatok pada level 6,3% dapat tercapai jika penyerapan anggaran belanja pemerintah hingga akhir tahun masih rendah.
"Target itu sangat bergantung pada belanja APBN-P 2008. Pertanyaannya adalah apakah seluruh instrumen pemerintah, baik pusat maupun daerah, berani bekerja cepat dalam tiga bulan ke depan agar sisa anggaran belanja 2008 yang 54% itu terserap semua?"
Ekonom Kepala BNI A. Tony Prasetiantono berpendapat target pertumbuhan ekonomi paruh kedua yang 6,4% harus direvisi karena gejala penurunan perekonomian dunia di tengah krisis keuangan di AS. "Saya yakin masih di atas 6%, tetapi perlu dikoreksi," katanya.
Menurut dia, seandainya laju ekonomi pada paruh kedua dan 2008 dapat menembus di atas 6%, itu lebih disebabkan oleh faktor tingginya investasi di dalam negeri.
Oleh Dewi Astuti
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- DINAMIKA
Penarikan pinjaman bisa bertambah - DINAMIKA
Pensiun Darmin-Anwar diperpanjang - Fiskal dinaikkan sebelum dihapus
- Defisit APBN-P 2008 diprediksi menyusut
- DINAMIKA
Potensi FDI capai US$15 miliar