Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Ekonomi Makro


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 10/10/2008

DINAMIKA
Perdesaan butuh donor alternatif

JAKARTA: Sejumlah program pembangunan daerah tertinggal dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dipastikan tidak akan terpengaruh krisis keuangan global karena program yang didanai AS lewat Bank Dunia berakhir tahun ini.

Meski demikian, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy, menyatakan akan mencari alternatif pendanaan bagi program bantuan pemberdayaan bagi perdesaan di 48 kabupaten yang selama ini mendapatkan jatah Rp250 juta per desa, jika AS, melalui Bank Dunia, tidak lagi mendanai program itu pada tahun depan.

"Alternatif negara donor yang dibidik adalah negara-negara di Timur Tengah," ujarnya kemarin.

Lukman menambahkan  program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) juga harus dipercepat karena selama ini dinilai efektif meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan di perdesaan.

Menurut dia, Kementerian PDT mendapatkan tugas dari Presiden Yudhoyono untuk menindaklanjuti program penting.

Pertama, penguatan ekonomi lokal. Kedua, percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan, dan ketiga menumbuhkembangkan usaha mikro dan permodalan mikro di perdesaan. (Bisnis/bas)

bisnis.com

Berita Lain

  • DINAMIKA
    Pemerintah atur dana sosial agama
  • DINAMIKA
    Parlemen Asia bahas keuangan global
  • DINAMIKA
    Pengusaha minta angsur pajak
  • Bappenas: Tidak ada pinjaman IMF
  • Perencanaan DAK perlu direformasi