Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Hukum Bisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 27/08/2008
Aspeki seleksi paten Litbang
JAKARTA: Satu tim Asosiasi pegelola kekayaan intelektual (Aspeki) kini melakukan seleksi terhadap paten hasil Litbang Departemen Perindustrian untuk ditawarkan kepada industri.
Menurut ketua Aspeki, Sudarmanto, hasil seleksi itu baru bisa diketahui setelah Oktober, sekarang masih dalam proses. "Ada puluhan paten hasil Litbang Departemen Perindustrian yang diseleksi untuk ditawarkan kepada industri yang membutuhkannya," katanya.
Dia menjelaskan bahwa Tim seleksi itu terdiri dari pakar wakil dari sentra HaKI ITB, sentra HaKI IPB, sentra HaKI ITS dan Bappenas. "Tim ini sudah melakukan pertemuan awal guna merumuskan penyeleksian,"ujarnya.
Seleksi itu, ujarnya, bertujuan mempertemukan keinginan kalangan industri dengan hasil penelitian Litbang.
"Selama ini, sudah ada hasil penelitian Litbang yang diberi sertifikat paten, tapi belum diaplikasikan ke industri. Ini yang kita pilah-pilah, mana yang cocok untuk industri," ujarnya.
Menurut dia, kelemahan Litbang adalah dalam hal pemasaran hasil penelitian. "Mereka tidak tahu mau dijual ke siapa paten itu. Untuk itulah Aspeki akan mencoba menjembataninya."
Dia mengemukakan pemerintah hendaknya memberikan perhatian kepada Litbang dalam rangka pengembangan paten di dalam negeri.
"Perlu ada insentif dari pemerintah untuk para peneliti guna mendorong mereka melakukan inovasi-inovasi yang berguna untuk kepentingan masyarakat,"ujarnya.
Sudarmanto mengkhawatirkan semangat peneliti akan mengendor apabila tidak ada insentif buat mereka. "Jangan sampai peneliti di Litbang yang begelar doktor itu alih profesi karena kurang mendapat insentif dari pemerintah."
Dia mengakui hingga saat ini sudah ada panduan kepada Litbang supaya melakukan penelitian yang bernuansa kekayaan intelektual.
"Jika penelitian tidak ada unsur kekayaan intelektualnya, maka tidak akan dibiayai. Dulu orang melakukan riset mengejar credit point, sekarang tidak bisa lagi seperti itu," ujarnya.
Oleh Suwantin Oemar
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- Kertawira Seralestari lolos dari pailit
- Karyamegah anggap PN Jakpus tak berhak periksa hak siar
- KLAUSUL
Paten belum dipahami secara luas - KLAUSUL
Kejagung siapkan PK terhadap Timor - KLAUSUL
Eks pelanggan gugat Astro