Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Edisi Harian » Hukum Bisnis
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 07/10/2008
60 Musisi Inggris bentuk koalisi kontrol hak cipta
LONDON: Sedikitnya 60 musisi papan atas Inggris membentuk koalisi untuk menjadi pengontrol hak cipta atas karya musik yang mereka hasilkan pada era digital sekarang ini.
Robbie Williams, Radiohead dan Kaiser Chiefs merupakan tiga musisi yang memprakarsai berdirinya kelompok perjuangan hak cipta bernama Koalisi Artis itu.
Billy Bragg, Iron Maiden, dan gitaris Pink Flyod David Gilmour ikut menandatangani piagam Koalisi Artis.
"Koalisi menginginkan para musisi menjadi pemegang kontrol yang lebih besar atas hak cipta, daripada label rekaman," ujar Brian Message, asisten manajer Radiohead kemarin.
Pentingnya perjuangan hak cipta secara kolektif, menurutnya, karena kalau teknologi baru secara drastis mengubah industri musik, para musisi sering dilupakan ketika lagu mereka didistribusikan melalui Internet atau telepon seluler.
Penyanyi Kate Nash anggota koalisi tersebut menambahkan sekarang saatnya bagi artis-artis memiliki suara kolektif yang kuat untuk berdiri di atas kepentingan mereka.
"Lahan digital berubah dengan cepat dan perjanjian baru selalu menjadi sebuah pukulan, tetapi seringnya tanpa referensi dari orang-orang yang benar-benar membuat musik."
Belakangan ini distribusi musik melalui Internet meningkat tajam, bahkan melewati label rekaman.
Radiohead merilis album "In Rainbows" melalui situs pribadi band tersebut, dan Oasis menawarkan album terbaru mereka "Dig Out Your Soul," lewat situs jaringan sosial 'MySapce' sebelum diluncurkan secara resmi.
Jazz Summers, manajer The Verve, menyebutkan Koalisi Artis ingin memperbaiki pelayanan kepada musisi dalam bisnis dan kampanye untuk memperbarui hukum serta praktik yang mencerminkan lahan musik baru yang lebih baik.
"Teknologi digital memberikan kesempatan kepada musisi untuk mengontrol masa depan mereka-sekarang saatnya menangkap kesempatan itu," tandasnya.
Kasus hak cipta
Kasus pelanggaran hak cipta melalui dunia maya belakangan ini gencar terjadi. Kasus terbaru yang mencuat adalah pembocoran album teranyar kelompok musik rock Guns N' Roses yang belum dirilis (Chinese Democracy) oleh seorang blogger, Kevin Coggil.
Akibat praktik kriminal dunia maya (cyber crime) tersebut, FBI menangkap blogger berusia 27 tahun tadi dengan tuduhan melanggar UU hak cipta federal.
Menurut otoritas federal, Cogill memposting 9 lagu Guns N' Roses yang belum dirilis di situsnya, lagu-lagu tersebut kemudian dihapus.
Chinese Democracy adalah album baru yang dinanti-nantikan-dan berulang kali mengalami penundaan-oleh Guns N' Roses yang pembuatannya memakan waktu lebih dari 10 tahun. (m01/if)
AP/JBBI
bisnis.com
Berita Lain
- Kertawira Seralestari lolos dari pailit
- Karyamegah anggap PN Jakpus tak berhak periksa hak siar
- KLAUSUL
Paten belum dipahami secara luas - KLAUSUL
Kejagung siapkan PK terhadap Timor - KLAUSUL
Eks pelanggan gugat Astro