Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 10/05/2008

Industri lokal sanggup pasok 51 juta lampu HE

JAKARTA: Industri lampu di dalam negeri kembali menegaskan mampu memenuhi pengadaan 51 juta unit lampu hemat energi (LHE) dalam program penghematan listrik yang dicanangkan PT PLN (Persero).

Menurut John Manoppo, Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo), bagi industri lokal program pengadaan LHE sebanyak 51 juta unit merupakan captive market untuk memacu kinerja industri.

"Kami harap mereka [PLN] konsisten dengan klasifikasi yang sudah pernah disampaikan. Misalnya, sesuai dengan SNI, umur lampu minimal 5.000 jam, menggunakan komponen dalam negeri. Intinya pengadaan ini harus menggunakan produk dalam negeri," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Sebelumnya, proses tender pengadaan LHE sempat dibekukan sementara oleh manajemen PLN, menyusul pergantian direksi di tubuh BUMN sektor kelistrikan tersebut.

Lewat program tersebut, PLN akan membagikan LHE secara gratis dengan tujuan menghemat konsumsi listrik di sektor rumah tangga.

Kini, untuk tahap awal yang mulai 30 April lalu, PLN Distribusi Bali telah membuka prakualifikasi tender pengadaan sebanyak 941.964 unit LHE dengan pagu anggaran Rp15 miliar.

John mengatakan kapasitas produksi LHE nasional mencapai 150 juta per tahun yang merupakan akumulasi dari 14 produsen di dalam negeri. "Karena itu pengadaan 51 juta unit tersebut pasti dapat kami dipenuhi."

Produk dalam negeri, katanya, saat ini telah memenuhi spesifikasi teknis sesuai dengan standar internasional sebagaimana yang disyaratkan PLN, dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan dengan impor.

Dalam tender ulang LHE PLN tersebut, tambahnya, harga per unit lampu turun dari Rp18.000 per unit pada tender sebelumnya menjadi Rp15.000. Terkait dengan penurunan harga itu, Aperlindo menilai harga lampu Rp15.000 itu cukup wajar sebab pengusaha sudah memperoleh margin.

Tumbuh 20%


John menambahkan pertumbuhan industri perlampuan tahun ini diproyeksikan mencapai 20% dengan volume produksi 120 juta unit, termasuk di dalamnya 51 juta unit LHE pesanan PLN.

Pada tahun lalu, industri ini tumbuh juga sekitar 20% atau dengan kenaikan volume produksi menjadi 100 juta unit dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 80 juta unit.

"Industri lampu hemat energi saat ini tumpuan harapan dalam program penghematan energi, seiring dengan lonjakan harga minyak dunia yang membuat tarif dasar listrik bakal naik," katanya. (09)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • REKOMENDASI SAHAM
  • Adhi diminta siapkan pencadangan proyek monorel
  • ULASAN PASAR
    Emiten tambang tekan indeks saham
  • Prime Petroservices negosiasi utang Rp1,8 triliun