Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 08/05/2008

Krisis hambat kunjungan turis AS dan Eropa

JAKARTA: Kunjungan turis asal Amerika Serikat (AS) dan Eropa ke Indonesia diperkirakan turun 10%-15% pada musim liburan pertengahan tahun ini akibat krisis yang melanda Negeri Paman Sam itu.

Ketua Umum Dewan Pariwisata Indonesia yang juga Ketua Asosiasi Kongres dan Konvensi Indonesia (INCCA) Iqbal Alan Abdullah mengatakan kontribusi wisatawan asal AS dan Eropa ke Indonesia sekitar 30% setiap tahun. Selebihnya berasal dari negara Asia, terutama Malaysia dan Singapura.

"[Kunjungan] wisatawan asal AS dan Eropa pasti turun. Dampak krisis di Amerika terhadap kunjungan wisata ke Indonesia tetap ada," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dia mengatakan kunjungan wisatawan asing pada musim liburan atau musim panas biasanya berlangsung mulai April hingga November dengan puncak kunjungan berkisar pada Juli dan Agustus.

Selain Indonesia, negara tujuan wisata di Asia lainnya juga akan mengalami hal serupa karena sebagian besar warga AS sedang kesulitan ekonomi. Meskipun demikian, lanjut Iqbal, kunjungan dari AS ke Indonesia tetap ada, terutama untuk kepentingan bisnis dan dagang.

Menurut dia, dampak kampanye wisata Visit Indonesia Year (VIY) 2008 yang dilakukan pemerintah juga tidak terasa pada musim liburan pertengahan tahun ini. Dampaknya justru akan terasa pada satu atau dua tahun ke depan, itu pun jika didukung dengan promosi yang terus menerus.

"Hasil dari  program Visit Indonesia Year itu belum maksimal pada tahun ini. Tunggu satu atau dua tahun ke depan, baru akan terlihat," katanya.

Iqbal meminta pemerintah lebih fokus promosi di Asia terutama negara-negara Asean agar tepat sasaran dan lebih efektif.

Belum meningkat

Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Association of Indonesian Travel Agencies atau Asita) Ben Sukma mengatakan pemesanan tiket dan paket kunjungan wisata dari tamu luar negeri untuk musim liburan tahun ini belum ada peningkatan signifikan.

"Data keseluruhan belum masuk, tetapi pemesanan tiket untuk liburan tahun ini belum terlihat ada peningkatan yang drastis," katanya kepada Bisnis kemarin.

Padahal pemesanan tiket dan paket wisata dari luar negeri biasanya sudah masuk minimal enam bulan sebelumnya. Meskipun demikian, kata dia, beberapa bulan ke depan masih dimungkinkan ada pemesanan tiket dari wisatawan asing untuk liburan musim panas maupun musim dingin akhir tahun mendatang.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun ini menargetkan tujuh juta wisatawan asing datang ke Indonesia melalui program VIY 2008.

Target itu naik sekitar 27% dibandingkan dengan realisasi kunjungan wisatawan asing pada 2007 sekitar 5,5 juta orang.

Sementara itu,  jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2008 secara kumulatif mencapai 1.405.567 kunjungan atau naik 15,68% dibandingkan dengan periode yang sama 2007 sebesar 1.214.985 orang.

Jumlah kunjungan wisman Januari-Maret 2008 masuk melalui 15 pintu utama sebesar 1.190.102 kunjungan dan pintu lainnya 215.354 kunjungan. (20) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • LAYANAN
    RI upayakan prasasti kembali
  • LAYANAN
    Regulasi upah dipersoalkan
  • Kualitas pelayanan rumah sakit di Indonesia rendah
  • Peserta Jamsostek 2009 ditargetkan tumbuh 20%