Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Kamis, 08/05/2008

Kebutuhan hidup layak pekerja baru capai 88%

MAGELANG: Pemerintah terus mengupayakan perbandingan upah minimum provinsi (UMP) dan kebutuhan hidup layak (KHL) mencapai 100% dengan meningkatkan komponen kesejahteraan dan perlindungan bagi pekerja.

"Saat ini rata-rata KHL nasional mencapai 88%. Idealnya mencapai 100%. Pemerintah terus mengupayakan agar UMP yang diterima pekerja dapat mengimbangi KHL," ujar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mendampingi kunjungan kerja Presiden Yudhoyono di Magelang, pekan lalu.

Dia menjelaskan hanya empat provinsi yang mampu mencapai KHL lebih dari 100%, yaitu Sumatra Utara, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.

Sementara itu, di Provinsi Jawa Tengah tingkat perbandingan UMP dan KHL baru mencapai 85,2%.

Pada kesempatan itu, Mennakertrans menyerahkan sumbangan dan pinjaman berupa bantuan sarana usaha Rp200 juta untuk penciptaan lapangan kerja baru di Jateng, dan bantuan program ketenagakerjaan untuk perluasan kesempatan kerja bagi warga Jateng senilai Rp1,65 miliar, serta satu unit mobil pelatihan bagi kursus menjahit dan bordir.

Erman menjelaskan kenaikan UMP saja tidak akan cukup bagi keluarga pekerja untuk mengimbangi KHL. Namun, imbuhnya, mereka perlu mendapatkan berbagai kebijakan dan program pemerintah bagi peningkatan kesejahteraan dan perlindungan.

Mennakertrans menjelaskan sejumlah kebijakan yang sudah diterbitkan pemerintah, seperti subsidi kepemilikan rumah, tunjangan kesehatan dan pendidikan, transportasi, serta program jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek), dan lainnya bertujuan agar beban biaya mereka berkurang.

Oleh Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • LAYANAN
    33 Negara bahas ekoturisme di Bali
  • 1,3 Juta siswa mendaftar di sekolah kejuruan
  • Jamsostek siapkan jaminan persalinan
  • Penerbit buku sekolah terancam gulung tikar