Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Jumat, 09/05/2008

Indonesia jadi incaran operator televisi berbayar

JAKARTA: Indonesia akan menjadi salah satu pasar incaran para operator televisi berbayar di Asia karena potensi pasarnya yang masih besar.

Simon Twiston Davies, Chief Executive Officer Cable and Satelite Broadcasting Association of Asia (Casbaa), mengatakan Indonesia merupakan pasar yang memiliki prospek bagus, selain Thailand dan Singapura.

Casbaa  memperkirakan omzet industri televisi berbayar di Asia pada tahun ini mencapai US$58,83 miliar, naik 11% dibandingkan dengan US$53 miliar pada tahun lalu.

Asosiasi Penyiaran Kabel dan Satelit Asia itu mencatat saat ini terdapat tidak kurang 1.000 kanal satelit pilihan yang tersedia di berbagai operator televisi di Asia.

China menunjukkan pertumbuhan televisi berbayar paling tinggi di Asia. Negara itu menguasai 54% pangsa pasar, disusul India 28%, Korea Selatan 6%, dan Jepang 4%.

Arya Mahendra, Sekretaris Perusahan PT  MNC Skyvision, operator Indovision, mengatakan banyak operator televisi berbayar asing yang tertarik dengan pasar Indonesia.

Dia menyebutkan sebagian besar operator televisi berbayar di Asia berbentuk perusahaan terbuka yang dituntut meningkatkan omzet dan melakukan ekspansi.

"Mereka akan ekspansi ke Indonesia, Singapura, dan Thailand dengan berbagai cara. Penetrasi industri ini di Indonesia baru 1,6%. Di negara Asia lain sudah di atas 80%. Operator Asia butuh pasar baru," katanya, kemarin.

Arya menyebutkan pemerintah harus melindungi operator televisi lokal dari serbuan operator asing, agar pertumbuhan industri itu bisa dikendalikan.

Bettina Cavenagh, Senior Technical Advisior PT Clarity Research Indonesia, menambahkan 28 operator televisi berbayar dari luar dan dalam negeri mengajukan izin tahun ini.

Lima stasiun televisi berbayar sudah mendapatkan izin dan siap mengudara tahun ini. (20)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • LAYANAN
    Minat terhadap COOP tinggi
  • Bursa kerja jadi andalan utama
  • Serikat buruh minta implementasi SKB jam kerja ditunda
  • LAYANAN
    ESQ latih 2.400 guru secara gratis