Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 10/05/2008
KPI peringatkan 6 stasiun TV
JAKARTA: Komisi Penyiaran Indonesia memperingatkan enam operator televisi swasta sehubungan dengan tayangan acara yang menampilkan adegan kata-kata kasar, kekerasan dan tidak mencantumkan klasifikasi program.
Lembaga itu kemarin mengumumkan 10 acara bermasalah yang tayang di enam televisi swasta karena tidak sesuai dengan Standar Program Siaran KPI.
Kesepuluh acara tersebut adalah Extravaganza di Trans TV, sinetron Cinta Bunga di SCTV, Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar).
Ketua KPI Sasa Djuarsa Sendjaja mengatakan akan mengirim surat peringatan kepada enam stasiun televisi itu paling lambat Senin pekan depan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya.
"Ini baru peringatan. Jika dalam tiga bulan tidak ada perubahan, sanksinya ditingkatkan menjadi teguran tertulis," katanya di Jakarta, kemarin.
Acara yang dievaluasi tersebut ditayangkan pada 1-13 April 2008 selama empat jam sehari oleh 11 tim panelis dari kalangan akademisi. Ada 198 episode dari 75 judul pada sembilan stasiun televisi.
Tiga stasiun televisi yaitu Global TV, TVRI, dan Trans 7 tidak termasuk yang diperingatkan, sedangkan stasiun TPI mendapatkan peringatan terbanyak.
Sasa mengatakan pengumuman acara bermasalah itu baru pertama kali. Ke depannya, KPI akan mengevaluasi setiap bulan untuk meningkatkan pengawasan terhadap acara yang tayang di stasiun televisi.
"Selama ini evaluasi dilakukan secara internal per kelompok program. Baru sekarang melibatkan masyarakat dan tim panelis dari luar lembaga. Evaluasi ini akan rutin dilakukan setiap bulan," katanya.
Pengaduan masyarakat
Nina Armando, anggota tim panelis dari Universitas Indonesia, mengatakan acara yang dievaluasi berdasarkan maraknya pengaduan dari masyarakat karena potensi tayangan bermasalah tinggi.
Acara dikategorikan bermasalah karena menampilkan adegan kekerasan, baik fisik, sosial dan psikologis, pelecehan terhadap kelompok masyarakat, penganiayaan serta tidak mencantumkan klasifikasi acara sesuai Standar Program Siaran.
"Kekerasan fisik seperti memukul jika dilakukan pada adegan film aksi tidak apa-apa. Namun, jika dilakukan pada acara reality show seperti Super Seleb Show atau Extravaganza akan memberikan dampak buruk pada penonton terutama anak-anak," katanya.
Sinetron Cinta Bunga, Namaku Mentari, Rubiah, dan Jelita dinilai banyak menampilkan adegan caci maki dan pelecehan. Acara SI Entong mendapat peringatan karena tidak mencantumkan klasifikasi program apakah untuk dewasa, remaja, atau anak-anak.
Acara Extravaganza dan Super Seleb Show dinilai banyak menampilkan adegan kekerasan fisik, sedangkan Dangdut Mania Dadakan 2 banyak mengeksplorasi adegan pelecehan atau percakapan vulgar.
Menurut Nina, media televisi mempunyai pengaruh kuat terhadap perkembangan anak. Sebagai media hiburan dan edukasi, beberapa tayangan di televisi swasta itu menyiarkan acara yang masuk kategori membahayakan perkembangan anak karena mempertontonkan adegan kekerasan, mistis dan pelecehan dengan frekuensi sangat tinggi.
Parahnya, kata Nina, adegan seperti itu cenderung menjadi daya tarik utama atau inti acara. Daya tarik cerita justru berada pada adegan kekerasan dan adegan negatif lainnya, bukan pada kekuatan cerita.
"Kadang terlihat luka secara eksplisit sehingga menimbulkan kengerian. Kata-kata cacian sudah menjadi bagian dari inti cerita. Jika ini dibiarkan, perkembangan anak-anak Indonesia terganggu karena selama ini," katanya.
Nina mengatakan periode berikutnya KPI diharapkan mengumumkan juga tayangan yang dianjurkan atau memiliki nilai positif agar bisa ditiru dan diikuti oleh stasiun televisi swasta. (20) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Maritime Expo segera digelar - LAYANAN
Oriflame genjot jumlah konsultan - Kemilau Sumatera jangan sampai membuat silau
- Western Digital minati TKW Indonesia
- Proteksi pekerja di luar negeri minim