Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 10/05/2008
Air Asia bidik load factor 95% pada masa liburan
JAKARTA : Maskapai penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier) Indonesia Air Asia optimistis meraih rata-rata load factor 95% selama musim ramai liburan sekolah (peak season) Mei-Juni mendatang.
Senior Executive Corporate Public Relations Indonesia AirAsia Ryana Yahya Nasution mengatakan target tersebut sebenarnya sama dengan pencapaian pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Kami sudah sangat bersyukur jika terjadi kenaikan dua persen saja dari target tersebut melihat kondisi saat ini mendekati kenaikan harga BBM dan tarif fuel surcharge berubah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujarnya kepada Bisnis, pekan ini.
Pada November 2007, maskapai berbiaya rendah tersebut telah menaikkan tarif fuel surcharge menjadi Rp80.000 per tempat duduk untuk penerbangan domestik dari sebelumnya Rp60.000 per tempat duduk.
Untuk tarif internasional, disesuaikan dengan jarak tempuh terjauh. Misalnya, rute Jakarta-Bangkok Air Asia menetapkan tarif fuel surcharge sebesar Rp200.000 per tempat duduk.
Maskapai tersebut melihat ada beberapa rute unggulan yang akan menjadi primadona pada musim liburan mendatang seperti Jakarta-Medan, Jakarta-Batam, dan Jakarta-Denpasar. Khusus rute internasional Bandung-Kuala Lumpur serta Jakarta-Kuala Lumpur diperkirakan masih menjadi rute terpadat selama musim liburan tersebut.
Ryana menjelaskan kelima rute unggulan itu merupakan rute gemuk dengan load factor pada musim biasa sekitar 80%-85%.
Setelah masa liburan sekolah Mei-Juni, AirAsia menyiapkan pembukaan rute baru Kuala Lumpur-Makasar menggunakan bendera Malaysia AirAsia dengan pesawat Airbus 320 sekitar Juli atau Agustus 2008. (04)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Penyerapan tenaga kerja baru 60% - LAYANAN
Wisnus ke Malang melonjak - Jelang akhir tahun, kunjungan wisman harus digenjot
- LAYANAN
TKI asal Bantul tidak mudik - LAYANAN
Bunaken ramai dikunjungi warga