Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
Pemerintah berkeras naikkan tarif tol Sedyatmo
JAKARTA: Pemerintah berkeras akan menaikkan tarif ruas tol Sedyatmo dan Jakarta-Cikampek dalam waktu dekat meskipun beberapa indikator belum memenuhi standar pelayanan minimum (SPM) dan ada penolakan dari Komisi V DPR RI.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyampaikan laporan SPM periode Juni 2007-Februari 2008 pada ruas tol Jakarta-Cikampek dan Sedyatmo kepada Komisi V DPR RI, Kamis malam.
Dalam laporan itu, ruas Jakarta-Cikampek masih berlubang sekitar 1,24% dari total ruas jalan, kemudian pagar ruang milik jalan (rumija) baru terpenuhi 61,76% sehingga belum memenuhi SPM. Pada ruas tol Sedyatmo masih ada badan jalan yang tidak rata.
Beberapa indikator dalam penilaian SPM tol adalah kondisi jalan yang meliputi kekesatan aspal jalan, ketidakrataan dan jumlah lubang, ketersediaan rumija.
Indikator lainnya seperti kecepatan tempuh rata-rata, dan kecepatan transaksi rata-rata serta kecepatan penanganan hambatan sudah memenuhi SPM.
Layak naik
Djoko mengatakan secara umum status pemenuhan SPM kedua ruas tol itu sudah baik sehingga tarifnya layak naik. Beberapa indikator yang belum memenuhi standar akan diperbaiki oleh Jasa Marga. Kenaikan tarif dilakukan jika semua indikator SPM sudah terpenuhi 100%.
"Kedua ruas tol itu tidak berhubungan langsung dengan kenaikan BBM, karena yang menggunakan [tol dalam kota] masyarakat seperti saya, kalangan menengah ke atas yang punya mobil. Bukan masyarakat bawah," katanya, di Jakarta seusai peringatan hari Air Sedunia, di Jakarta kemarin.
Rencana kenaikan tarif tol dalam kota itu diusulkan naik 13%-14% sejak awal tahun ini. Tol menuju Bandara Soekarno Hatta dan Jakarta Cikampek itu tidak termasuk 13 tol yang naik pada 2007 sehingga kenaikan tarif itu sudah mendesak.
Tarif tol Cikampek dan bandara terakhir kali naik pada 1 Maret 2006 yang berarti memiliki hak untuk naik pada April tahun ini. Saat ini untuk golongan kendaraan I, tarif tol terjauh ruas Jakarta-Cikampek sebesar Rp10.000 dan tarif tol Sedyatmo Rp2.500.
Namun, rencana itu selalu tertunda karena pemerintah belum menerima laporan SPM sebagai salah satu dasar untuk evaluasi sebelum tarif dinaikkan.
Anggota Komisi V DPR Rendi Lamajido mengatakan sebaiknya pemerintah tidak menggunakan indikator SPM yang dituangkan dalam angka minimum untuk menaikkan tarif.
"Pemerintah harus melihat kondisi jalan tol di lapangan, pelayanan petugas hingga situasi ekonomi dalam menghadapi rencana kenaikan BBM bersubsidi." (20)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Maritime Expo segera digelar - LAYANAN
Oriflame genjot jumlah konsultan - Kemilau Sumatera jangan sampai membuat silau
- Western Digital minati TKW Indonesia
- Proteksi pekerja di luar negeri minim