Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 17/05/2008
ESQ garap SDM Timur Tengah
JAKARTA: Emotional Spiritual Quotient (ESQ), lembaga pelatihan sumber daya manusia (SDM), memasuki kawasan Timur Tengah melalui Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA).
Terobosan itu ditandai dengan penyelenggaraan seminar oleh ESQ Leadership Center di salah satu pusat kegiatan ekonomi Timteng yakni Dubai, UEA, pada 8 Mei 2008.
Menggandeng National Academy for Research and Development (NARD) UEA, seminar ESQ dihadiri oleh warga Dubai yang berasal dari kalangan pengusaha, profesional, dan pengajar, demikian keterangan pers yang diterima Bisnis.
Nagwa Diab, pemimpin NARD, mengaku terperanjat karena setelah puluhan tahun mengajar, kini mendapatkan sesuatu yang baru dari ESQ dalam rangka pengembangan SDM.
Ahmad Ali El-Hajj Mahmoud, Senior Trainer Al Nahdha Centre for Consultation and Training berpendapat ESQ-dipimpin oleh Ary Ginanjar Agustian-memberi kunci emas untuk membina SDM dengan kecerdasan spiritualnya.
Langkah serupa segera dilaksanakan ESQ di Qatar, salah satu negara di Timteng yang tingkat kesejahteraannya termasuk sangat tinggi dengan pendapatan per kapitanya US$70,754 pada tahun lalu (peringkat ke-3 dunia), sementara produk domestik brutonya US$67,763 miliar (peringkat 60).
Nagwa menambahkan pihaknya segera menyiapkan nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) untuk melaksanakan secara penuh pelatihan ESQ di Dubai.
NARD memang bergerak di bidang pendidikan di negeri keemiran tersebut.
1 Juta guru
Pada perkembangan lainnya, ESQ juga memberikan pelatihan pengembangan SDM secara gratis bagi para guru.
Menurut Ary Ginanjar selaku ketua umum Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ, lembaga itu menargetkan memberi pelatihan gratis bagi 1 juta guru di seluruh Indonesia hingga 2020.
"Hingga kini, guru yang telah mendapatkan pelatihan ESQ Peduli Pendidikan berjumlah 70.000 orang," ujarnya dalam konferensi pers Refleksi 100 Tahun Kebangkitan Bangsa bertajuk Menuju Indonesia Emas 2020 di Jakarta, Kamis. Saat berbicara, Ary didampingi oleh Djoni Rosady, Ketua Panitia kegiatan itu.
Dia optimistis karena program Peduli Pendidikan yang dilakukan oleh para alumni kini mendapat dukungan dari kalangan pemerintah daerah, pusat, maupun swasta sehingga target itu bisa dicapai.
Di samping itu juga ada Program SOS, di mana satu orang alumni membantu satu orang dhuafa di bidang pendidikan.
Ary mengatakan nilai-nilai dasar yang diajarkan dalam pelatihan tersebut adalah tujuh Budi Utama yang terdiri atas jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerja sama, adil, dan peduli.
Nilai itulah yang dapat ditransformasikan langsung oleh para guru kepada anak didiknya sehingga Indonesia nanti bisa mencapai zaman emas.
"Krisis multidimensi yang terjadi di Indonesia diawali dengan adanya krisis moral dari tujuh nilai itu," kata Ary Ginanjar.
Oleh Hilda Sabri Sulistyo & M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Okupansi Aston capai 90% - LAYANAN
Pekerja sektor perhotelan terancam - LVS targetkan 800.000 pengunjung tahun ini
- Bisnis jasa outsourcing diperkirakan tumbuh 40% tahun depan
- LAYANAN
'Kemitraan soal CSR harus tulus'