Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Selasa, 22/05/2007
'Standar kompetensi PR sudah mendesak'
JAKARTA: Praktisi kehumasan Ridwan Nyak Baik mengatakan harus ada upaya yang kuat untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang kehumasan (public relations) guna menghadapi serbuan tenaga asing.
Kesiapan itu mutlak dilakukan, tambahnya, karena tenaga asing di bidang kehumasan sudah bisa beroperasi di Indonesia menyusul pemberlakuan pasar bebas regional dan global mulai tahun depan.
"Public relations (PR) merupakan profesi yang terbuka dan dapat dimasuki oleh semua disiplin ilmu. Oleh karena itu, standar kompetensi profesi sudah mendesak dilakukan karena serbuan tenaga kerja asing di bidang itu sudah tidak terelakkan," ujar Ridwan kemarin.
Dia mengemukakan salah satu cara untuk mulai meningkatkan kompetensi profesi PR adalah dengan mulai mendudukkan para praktisinya dalam organisasi baik swasta maupun pemerintah. Namun, tambahnya, mereka harus benar-benar mendapatkan fungsi yang strategis dari manajemen.
Sebagai gambaran, tutur Ridwan mengutip laporan Badan Nasional Sertifikasi Nasional, di Indonesia secara umum terdapat 1.000 orang praktisi kehumasan. Namun, dari total praktisi kehumasan itu, hanya terdapat empat orang yang masuk kategori ahli, 39 orang memiliki keahlian tingkat madya dan sisanya 957 tidak memiliki keahlian.
Oleh Hilda Sabri Sulistyo
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Ruas jalan di Kalteng terhubung 2009 - LAYANAN
'Permudah pengurusan izin TKI' - LAYANAN
Penyerapan tenaga kerja baru 60% - LAYANAN
Wisnus ke Malang melonjak - Jelang akhir tahun, kunjungan wisman harus digenjot