Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 07/07/2008
Pekan olahraga dongkrak okupansi hotel di Kaltim
SAMARINDA: Sekitar 40 hotel di Kota Samarinda mengalami peningkatan okupansi signifikan selama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kalimantan Timur, bahkan dipastikan hingga dua pekan mendatang semua hotel di ibu kota provinsi itu mengalami fully-booked (penuh).
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda, Awang Ardiansyah menegaskan sejak awal semua anggota asosiasi perhotelan dan rumah makan di Samarinda telah berkomitmen mendukung pelaksanaan PON XVII Kaltim.
Bahkan, lanjut dia, anggotanya pada 2006 telah mengalokasikan sekitar 50% dari total kamar yang dimiliki untuk alokasi kebutuhan peserta PON tersebut, sedangkan sisa kamar yang ada diharapkan untuk kebutuhan tamu internal hotel tersebut.
"Dalam perkembangannya ternyata banyak anggota PHRI Samarinda yang malah mengalokasikan 80%-90% total kamar hotelnya untuk kebutuhan PON yang pertama di Pulau Kalimantan itu," kata Awang kepada Bisnis, kemarin.
Secara khusus Awang mengatakan sebenarnya okupansi hotel di Samarinda pada kondisi normal ataupun akhir pekan relatif tinggi mencapai 70%-80%, tetapi dengan pelaksanaan PON di provinsi tersebut ada peningkatan signifikan.
"Bisa dipastikan semua hotel di Kota Samarinda dalam kondisi fully booked [terisi penuh] hingga dua pekan mendatang, bahkan ada sedikitnya empat hotel baru di antaranya Hotel Grand Sawit, Hotel Diamond dan Golden yang dibangun untuk antisipasi olahraga terbesar di Tanah Air itu juga mengalami kondisi yang sama."
General Manager Hotel Mesra Internasional Agus Sugiono menegaskan semua kamar hotel bintang tiga yang mencapai 300 unit telah terisi semua, mayoritas tamu yang bermalam merupakan kontingen sejumlah daerah yang mengikuti PON XVII tersebut.
"Semua kamar hotel Mesra yang berjumlah 300 unit telah terisi, bahkan proses pemesanan kamar tersebut telah dilakukan jauh hari oleh para pengurus kontingen dari sejumlah provinsi itu. Kondisi ini akan bertahan hingga akhir pelaksanaan PON XVII," kata Agus kepada Bisnis, kemarin.
Manajemen Mesra, lanjut Agus, pada 2007 lalu sebenarnya telah melakukan proses penambahan kamar hingga 50% dari kapasitas awal kamar sebanyak 146 unit.
"Penambahan sebanyak 150 kamar itu ternyata semuanya terserap untuk kepentingan delegasi peserta PON kali ini. Penambahan kamar itu merupakan program yang tidak terkait pelaksanaan PON, tetapi untuk menambah fasilitas hotel berbintang tiga sehingga memiliki layanan setara bintang empat," tegasnya.
Dari data yang dihimpun Bisnis, sekitar 26 hotel berbintang hingga melati dipesan secara khusus oleh panitia PON XVII untuk menampung kebutuhan akomodasi bagi delegasi dari sejumlah provinsi.
Sementara itu, total hotel di Kota Samarinda mencapai 44 hotel yang akhirnya digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan di luar delegasi tetapi masih terkait dengan penyelenggaraan PON tersebut.
Kondisi tingginya okupansi hotel tidak jauh berbeda juga dialami oleh lima daerah tempat diselenggarakannya PON XVII lainnya yaitu Kota Balikpapan (43 hotel), Kota Tarakan (30 hotel), Kota Bontang (22 hotel), Kabupaten Kutai Kartanegara (45 hotel) dan Kab. Berau (46 hotel). (k21) (redaksi@bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Ruas jalan di Kalteng terhubung 2009 - LAYANAN
'Permudah pengurusan izin TKI' - LAYANAN
Penyerapan tenaga kerja baru 60% - LAYANAN
Wisnus ke Malang melonjak - Jelang akhir tahun, kunjungan wisman harus digenjot