Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Selasa, 08/07/2008

Biro wisata tidak minati paket wisata Olimpiade Beijing

JAKARTA: Mayoritas biro perjalanan wisata Indonesia tidak menyediakan paket wisata Olimpiade Beijing, China karena ketersediaan penginapan yang minim dan biaya menginap yang melambung tinggi.

Ketua Umum Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Ben Sukma mengatakan penginapan di Beijing sebagian besar sudah tidak menyediakan kamar bagi turis karena penginapan ditujukan untuk menampung atlet dan para pendukung.

"Biro perjalanan wisata Indonesia, yang saya lihat tidak ada yang mengeluarkan paket menonton Olimpiade Beijing. Para atlet yang seharusnya tinggal di China, sebagian malah dialihkan ke Hong Kong dan Makau," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Dia menambahkan harga penginapan yang masih tersedia di China saat ini dipatok tinggi, melonjak hingga 200% dibandingkan dengan biasanya.

Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Wisata Dewa Tour and Travel Service (Wita Tour) Rudiana mengatakan pihaknya sengaja tidak mengeluarkan paket wisata Olimpiade Beijing.

"Kami sengaja tidak mengadakan paket menonton Olimpiade Beijing karena susah mendapatkan penginapan dan tiket menonton olimpiade secara langsung," ujarnya.

Senada dengan Rudiana, CEO Smiling Tour and Travel Anthony Akili mengatakan tiket Olimpiade Beijing sulit didapatkan. Pemerintah China langsung menjual tiket olimpiade kepada official partner, sehingga biro perjalanan wisata sulit mendapatkannya.

Menurut Anthony, animo masyarakat Indonesia untuk pergi menonton olimpiade secara langsung juga sangat minim.

"Masyarakat yang jalan sendiri [tanpa menggunakan jasa biro perjalanan wisata] tidak banyak. Kalau biro perjalanan wisata saja susah mendapatkan tiket dan penginapan, masyarakat juga malas mengusahakan sendiri," katanya.

Kesulitan mendapatkan penginapan dan tiket menonton selalu dialami pihak biro perjalanan setiap kali ajang olimpiade digelar. (08)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • LAYANAN
    RI upayakan prasasti kembali
  • LAYANAN
    Regulasi upah dipersoalkan
  • Kualitas pelayanan rumah sakit di Indonesia rendah
  • Peserta Jamsostek 2009 ditargetkan tumbuh 20%