Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Rabu, 09/07/2008
Pelaku wisata Jatim gencarkan promosi
SURABAYA: Pengusaha biro perjalanan wisata di Jawa Timur akan gencar melakukan kegiatan promosi paket wisata secara langsung ke luar negeri.
Upaya tersebut untuk mengimbangi biro perjalanan wisata asing yang belakangan sering menggelar promosi di Surabaya.
Nanik Sutaningtyas, Sekretaris Eksekutif Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (Asita) Jatim, mengatakan pengusaha biro perjalanan Indonesia tidak bisa mengandalkan peran pemerintah saja untuk mempromosikan pariwisata di luar negeri.
"Kami tidak ingin kecurian start. Untuk mengimbangi kegiatan itu, travel agent anggota Asita di Jatim sepakat pada tahun ini harus lebih gencar lagi melakukan promosi ke luar negeri," ujarnya baru-baru ini.
Bentuk promosi pariwisata yang lebih disukai pengusaha biro perjalanan wisata Jatim adalah table top yakni menggelar pertemuan khusus dengan calon mitra seperti lewat jamuan makan bersama.
Cara tersebut dinilai jauh lebih efektif dibandingkan dengan mengikuti pameran yang banyak ditawarkan oleh KBRI di luar negeri yang biayanya jauh lebih besar.
Secara teknis, setiap perusahaan biro perjalanan yang ikut dalam rombongan akan mendapatkan satu meja tersendiri untuk bisa berjualan langsung kepada para calon pembeli di luar negeri, yang diundang sebagai tamu ke acara tersebut.
"Agenda table top ini sasaran market-nya [pasarnya] sudah jelas, berbeda dengan pameran yang sifatnya masih gambling [tidak pasti]," kata Nanik.
Berdasarkan catatan Asita Jatim, sejumlah travel agent dari Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Filipina rajin melakukan road show di Surabaya hampir setiap pekan.
Saat ini, menurut Nanik, terdapat 270 perusahaan biro perjalanan di Jatim yang tergabung dalam Asita Jatim.
Oleh Dwi Wahyuni
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- 'PT KA perlu diberi sanksi'
- Garuda alami keterlambatan
- Pemeriksaan pesawat mulai diperketat
- LAYANAN
Okupansi Aston capai 90% - LAYANAN
Pekerja sektor perhotelan terancam