Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Sabtu, 19/07/2008
5 Pemda ditawari proyek KA Rp7,5 triliun
JAKARTA: Departemen Perhubungan menawarkan investasi kereta api Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (KA Jabodetabek) yang diperkirakan senilai Rp7,5 triliun kepada lima pemerintah daerah.
Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Wendy Aritenang Yazid mengatakan penawaran investasi itu untuk mendorong peran serta lima pemerintah daerah dalam pelayanan publik.
"Kami buka kesempatan Pemda Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor turut investasi di KA Jabodetabek," katanya kemarin.
Menurut dia, tawaran investasi ke lima pemerintah daerah itu akan diprioritaskan Dephub karena KA Jabodetabek selama ini melayani masyarakat di lima daerah itu.
Bentuk investasi itu, lanjutnya, dapat berupa penambahan jumlah kereta rel listrik (KRL) yang selama ini masih kurang atau dukungan dana pengembangan prasarana lintas di Jabodetabek.
Selama ini, ungkap Wendy, investasi KA Jabodetabek sebagian besar dilakukan pemerintah pusat mulai dari penambahan KRL hingga pengembangan jalur menjadi jalur ganda. "Artinya, praktis investasi KA Jabodetabek itu dari pemerintah pusat."
Padahal, dia menjelaskan penumpang KA Jabodetabek umumnya bertempat tinggal di lima daerah itu. "Saya harapkan ada support riil dari pemda setempat berupa investasi nyata di perkeretaapian," ungkap Wendy.
Berdasarkan data Dephub, selama 2007 KA Divisi Jabotabek mengangkut 111,843 juta penumpang, terdiri dari 100,518 juta penumpang kelas ekonomi dan 11,325 juta penumpang kelas komersial.
Pada tahun lalu, Divisi Jabodetabek memberi kontribusi sekitar 65% terhadap total perolehan volume penumpang perseroan. Pada awal tahun ini, volume penumpang KA Jabodetabek rata-rata 350.000-400.000 orang per hari dengan pertumbuhan sekitar 13% per tahun.
Pemisahan usaha
Wendy menyatakan tawaran kepada lima pemerintah daerah itu disampaikan menjelang pemisahan usaha atau spin off KA Divisi Jabotabek dari induknya PT Kereta Api (Persero) pada awal bulan depan. "Sudah ada kemajuan awal bulan depan Divisi Jabotabek akan dilakukan spin off. Ini dipercepat karena ini aksi korporasi."
Dengan spin off, Divisi Jabotabek akan menjadi anak usaha yang memungkinkan menjalin kerja sama dengan investor baik badan usaha milik daerah (BUMD) maupun swasta.
Direktur Lalulintas dan Angkutan KA Ditjen Perkeretaapian Dephub Sugiadi Waluyo menambahkan pemda juga dapat berinvestasi di KA Bandara jalur Manggarai-Soekarno Hatta.
"Pemprov DKI melalui BUMD akan ikut serta dalam pembangunan dan pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta melalui kerja sama," kata Sugiadi.
Dia mengungkapkan pihaknya segera menggelar lelang investasi KA Bandara Soekarno-Hatta dengan masa konsesi 25 tahun hingga 30 tahun pada akhir Agustus mendatang. (hendra.wibawa@bisnis.co.id)
Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Ruas jalan di Kalteng terhubung 2009 - LAYANAN
'Permudah pengurusan izin TKI' - LAYANAN
Penyerapan tenaga kerja baru 60% - LAYANAN
Wisnus ke Malang melonjak - Jelang akhir tahun, kunjungan wisman harus digenjot