Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 19/07/2008

Johnson Sutjipto pimpin INSA

JAKARTA: Rapat Umum Anggota (RUA) Asosiasi Perusahaan Pelayaran Niaga Indonesia (Indonesian National Shipowners Association/ INSA) XIV tadi malam melalui pemungutan suara memilih Johnson W. Sutjipto sebagai ketua umum periode 2008-2011.

Dirut PT Salam Bahagia itu meraih 265 suara dari total 387 pemilih dalam putaran kedua itu, sementara pesaingnya, Randy Efendi, Dirut PT Samudera Indonesia, meraih 122 suara.

Pemilihan itu dilakukan melalui dua kali putaran. Dalam putaran pertama terdapat total 439 surat suara yang dihitung panitia.

Dalam putaran pertama Jhonson meraih 195 suara, Randy 114 suara dan Oentoro Surya, Dirut PT Arpeni Pratama Ocean Line yang merupakan ketua umum sebelumnya, meraih 84 suara.

Dengan begitu, Oentoro tersingkir dalam putaran pertama sehingga sesuai tata dengan tertib hanya urutan pertama dan kedua yang maju ke proses pemilihan berikutnya.

Sebelum dilakukan pemilihan, ketiga calon ketua umum INSA menyampaikan visi dan misi jika terpilih menjadi pimpinan di asosiasi pelayaran nasional itu. Jhonson berjanji fokus agar pelayaran nasional menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

INSA, ujarnya, akan dijadikan organisasi pelayaran yang aspiratif, transparan, dan berdaya guna terhadap seluruh anggotanya. "INSA juga harus mengusung kebersamaan."

Randy mengatakan INSA ke depan harus lebih dinamis dan memerhatikan usaha pelayaran kecil dan menengah.

INSA harus transparan dalam urusan keuangan, operasional, dan kegiatan lainnya dengan mencantumkan dalam situs organisasi itu supaya bisa diakses oleh semua anggota. "INSA harus menjadi organisasi pelayaran, bukan seperti perseroan terbatas."

Oentoro mengemukakan INSA harus tetap fokus pada pelaksanaan asas cabotage (angkutan dalam negeri wajib diangkut pelayaran nasional).

RUA INSA yang menghasilkan ketua umum baru digelar di tengah kondisi pecahnya organisasi itu dengan munculnya Indonesian Shipping Association. (k1/Aidikar M. Saidi)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain

  • Bisnis pramuwisma musiman pada saat Lebaran
  • LAYANAN
    2 Perusahaan langgar ketentuan THR
  • LAYANAN
    Belanja turis ditargetkan US$172/hari
  • 'TV nasional itu supermarket, TV berbayar itu butik'