Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi
Menu Cetak
Tabel Bursa Moneter
| Reksadana |
| Multimoda |
| Insurance Unit Link |
| Obligasi Retail |
| Suku Bunga Deposito |
Senin, 21/07/2008
Western Digital minati TKW Indonesia
KUALA LUMPUR: Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar mengatakan produsen hard disk dunia,Western Digital, yang memiliki pabrik di Selangor, Malaysia, membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia untuk mengisi peningkatan produksi dan perluasan pabrik.
Mereka telah memperluas dan menambah fasilitas pabrik. Oleh karena itu, mereka perlu 4.000 pekerja dan sekitar 2.000 diminta TKW asal Indonesia," kata Da`i di hadapan sekitar 100 TKW yang bekerja di Western Digital, Selangor, akhir pekan lalu.
Setiap akhir pekan, Dubes RI itu selalu menengok kondisi kerja TKI. Kali ini yang dikunjungi ialah Western Digital, perusahaan elektronik Amerika yang punya pabrik di Malaysia, mempekerjakan sekitar 4.000 TKW dari Pulau Jawa, Jambi, dan Medan.
Manajer Senior HRD (Human Resource Development) Western Digital Jamilah Shafiee mengakui bahwa berkat kontribusi TKW asal Indonesia, perusahaan itu terus mengalami peningkatan keuntungan dan produksi.
Oleh sebab itu, diia meminta dukungan kedutaan Indonesia agar terus membantu memasok TKW asal Indonesia. "Atas permintaan KBRI kami telah menaikkan gaji mereka."
Pabrik hard disk dunia ini memiliki 8.700 pekerja. Sekitar 4.000 merupakan pekerja Indonesia.
Menurut para TKI, mereka bisa mengirim uang ke kampung halaman antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan.
"Kami menerima gaji bersih sekitar 800 ringgit per bulan. Perusahaan menyediakan tempat penginapan dan mengadakan perlombaan bagi pemilik penginapan agar selalu memberikan pelayanan yang baik kepada pekerja," kata Wiwik, TKW asal Klaten.
Antara
bisnis.com
Berita Lain
- LAYANAN
Ruas jalan di Kalteng terhubung 2009 - LAYANAN
'Permudah pengurusan izin TKI' - LAYANAN
Penyerapan tenaga kerja baru 60% - LAYANAN
Wisnus ke Malang melonjak - Jelang akhir tahun, kunjungan wisman harus digenjot