Bisnis Indonesia Online » Edisi Cetak » Jasa & Transportasi


Menu Cetak

Menu Utama
Halaman Depan
Tajuk
Bursa
Keuangan
Perdagangan
Ekonomi Makro
Manufaktur
Jasa & Transportasi
Umum
Teknologi Informasi
Ritel dan UKM & Mikro
Agribisnis
Sup. Properti
Regional
Megapolitan
Ekonomi Global
Hukum Bisnis
Jatim & KTI
Oasis
Opini
Otomotif
Pertambangan
Valas & Komoditas
Transportasi & Logistik
Pajak &Cukai
Daftar Isi

Tabel Bursa Moneter

Reksadana
Multimoda
Insurance Unit Link
Obligasi Retail
Suku Bunga Deposito


Sabtu, 16/08/2008

Konsorsium trans-Jakarta tolak tarif lelang

JAKARTA: Konsorsium trans-Jakarta busway koridor IV-VII menyatakan pihaknya tidak sanggup lagi beroperasi jika Badan Layanan Umum Jakarta memaksakan pembayaran biaya layanan menggunakan tarif lelang sebesar Rp9.500 per km.

Direktur Operasi Teknik Konsorsium I.G.N. Oka mengatakan pihaknya memilih untuk membubarkan konsorsium dan kembali menjadi pengusaha angkutan umum seperti dahulu yang para pengemudinya mengejar setoran.

"Kami saat ini terus dipojokkan untuk menggunakan tarif tersebut padahal harga suku cadang mulai dari oli, kompresor, hingga aki dalam perhitungan komponen tarif itu jauh di bawah harga pasar. Penghasilan sopir pun di bawah upah minimum," ujarnya kemarin.

Konsorsium dipastikan mengalami kerugian tidak kurang dari Rp2 miliar per bulan untuk menutupi biaya operasional armada bus. Hal tersebut dengan perhitungan kilometer perjalanan bus sesuai dengan kesepakatan awal.

Sayangnya, kini Badan Layanan Umum (BLU) Jakarta selaku pengelola manajemen operasional beroperasi menyalahi konsep yang ditetapkan Departemen Perhubungan.

BLU merupakan sebuah sistem layanan baru untuk menggantikan angkutan umum kota yang berorientasi mengejar penumpang menjadi angkutan umum massal dengan orientasi melayani penumpang.

Dephub mewajibkan pengelola BLU merupakan sebuah konsorsium yang berasal dari pengusaha, sopir, hingga kondektur angkutan umum yang rutenya berimpitan dengan rute busway.

Beberapa kali Dirjen Perhubungan Darat Dephub Iskandar Abubakar dan Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Elly Sinaga menegaskan bahwa BLU dikelola oleh konsorsium.

Layanan BLU di Jakarta saat ini mencapai titik terendah dan berpotensi ditinggalkan oleh 240.000 penumpang per hari yang selama ini dilayaninya karena buruknya manajemen operasional.

Jumlah armada dinilai kurang memadai karena jarak kedatangan antara satu armada dan armada lain sangat panjang. Awalnya, trans-Jakarta dirancang dengan konsep kedatangan armada setiap dua menit, tetapi kini bisa mencapai setengah jam sekali.

Para pengurus Konsorsium Transjakarta busway koridor II-VII menyatakan saat ini manajemen operasional dipegang oleh BLU Jakarta yang berisi orang-orang dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Armada

"Armada sebenarnya sangat cukup, tetapi menumpuk di pul karena kami tidak boleh pergi seenaknya, harus menunggu perintah. Bus yang seharusnya diberangkatkan dua menit sekali diperintahkan setengah jam sekali," ujar J Tambunan, salah satu pengusaha yang tergabung dalam konsorsium.

Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah pemakaian kilometer bus, yang berarti mengurangi pengeluaran pemprov membayar kepada konsorsium sebagai penyedia armada dan perawatannya. (fita.maulani @bisnis.co.id)

Oleh Fita Indah Maulani
Bisnis Indonesia

bisnis.com

Berita Lain